RSS

Jumat, 10 Februari 2017

Newbie Traveller 24 - Mengurus Visa Schengen (2)

Pada postingan sebelumnya, aku udah posting transportasi ke lokasi pengurusan visa. Kali ini, aku mau share mengenai berkas-berkas yang diperlukan dalam pengurusan visa. Entar sekalian dilanjutin dengan gimana pengurusan setiap berkas yang diperlukan. Aku ke Belanda untuk mengikuti konferensi, maka visa yang diajukan adalah visa bisnis. Kalau teman-teman ingin tahu jenis visa apa saja yang sesuai dengan kebutuhan bisa cek di link ini:
www.vfsglobal.com/

Berikut ini adalah list berkas yang diperlukan:
1. Fotokopi KTP

2. Pas foto
    Pembuatan pas foto sebaiknya di studio foto yang memang biasa membuat pas foto untuk visa. Untuk persyaratan foto visa dapat di akses di web vfs global.

3. Fotokopi paspor
    Fotokopi paspor yang menyebutkan identitas.

4. Fotokopi visa
    Fotokopi visa selama 3 bulan terakhir.

5. Fotokopi KK/surat domisili sementara
Kalau aku melampirkan kedua berkas karena saat pengurusan visa aku masih studi di UPI Bandung, sedangkan di KK tercantum alamat di Aceh.

6. Fotokopi KTM
    Diperlukan untuk memastikan bahwa yang bersangkutan sedang berkuliah di Universtas dan akan kembali lagi ke Indonesia untuk melanjutkan kuliah di negara asal.

7. Surat aktif kuliah
    Alasannya adalah sama dengan di atas, untuk memastikan akan kembali ke universitas asal.

8. Surat izin dari Kaprodi
    Alasannya adalah sama dengan di atas (poin 3 dan 4). Untuk formatnya, mungkin bisa diadopsi dari berikut ini.
https://drive.google.com/open?id=0B3ZP7OnJ0HtlQXNLemJHTlU0U2M

9. Form aplikasi visa
    Untuk form aplikasi visa dapat di download di web vfs yang udah disebutin di atas. Sedangkan cara mengisi form aplikasi visa dapat didownload pada link berikut ini:
https://drive.google.com/open?id=0B3ZP7OnJ0Htlam4zN1MtYWhDQm8

10. Cetak/print out Tiket PP
    Ini adalah berkas yang penting. Kenapa? Agar meyakinkan pihak Kedubes bahwasanya teman-teman pulang kembali ke Indonesia.

11. Cetak/print out booking hotel
    Untuk pemesanan hotel, teman-teman bisa melakukan pemesanan di booking.com, boleh kok cuma melakukan pemesanan saja. Kalian bisa memilih yang free cancellation ya. Ini contoh punyaku.
https://drive.google.com/open?id=0B3ZP7OnJ0HtlSmFZR2s2MnJhTjg

12. Invitation Letter dari pihak penyelenggara konferensi
Ini juga merupakan berkas yang tidak kalah penting untuk meyakinkan pihak Kedubes Netherlands bahwasanya kalian memang mengikuti konferensi di Amsterdam. Contohnya seperti ini:
https://drive.google.com/open?id=0B3ZP7OnJ0HtlOXQ2eWNDbDVWMmc


Ketika pengurusan visa aku juga memberikan data tambahan seperti data teman yang sedang studi di Amsterdam.

Semoga bermanfaat untuk para readers ya..

Tes Keseimbangan Kecil

Tes ini diambil dari buku karangan Dale Carnegie, yang berjudul Life Is Short, Make It Great. Tes Keseimbangan ini bertujuan untuk mengetahui apakah hidup Anda selama ini seimbang atau tidak.

Di bawah ini terdapat sejumlah pernyataan.
Jawablah dengan 'Benar' atau 'Salah'


  • Pekerjaan memakan waktu saya lebih banyak daripada yang saya kehendaki
  • Saya sudah jarang melakukan sesuatu yang "hanya untuk saya"
  • Hari-hari saya penuh dengan aktivitas
  • Saya tidak memanfaatkan rekreasi, baik yang berkaitan dengan hari libur saya
  • Waku yang saya luangkan untuk minat dan hobi di luar ruangan semakin berkurang
  • Saya jarang ke bioskop, konser, museum dan lainnya
  • Saya sering melewatkan acara-acara keluarga yang penting
  • Saya sering membawa pulang pekerjaan
  • Saya hanya meluangkan sedikit waktu dengan teman-teman saya
  • Saya merasa lelah pada hampir sebagian besar waktu
  • Saya lebih mudah jengkel dari biasanya
  • Saya lebih sering mengeluh dari biasanya
  • Saya tidak menikmati pekerjaan saya seperti dulu
  • Saya melakukan banyak hal hanya karena kewajiban terhadap orang lain
  • Setiap hari saya hanya mendapatkan sedikit rasa puas
Jika Anda menjawab "Benar" lebih dari tiga kali, berarti hidup Anda tidak seimbang.

Dasar-dasar keseimbangan menurut Dale Carnegie (pg. 44), 
STOP WORRYING and START LIVING (Berhentilah Khwatir dan Mulailah Menikmati Hidup)
  1. Penuhi benak Anda dengan pikiran tentang kedamaian, keberanian, kesehatan dan harapan
  2. Jangan pernah mencoba seri dengan musuh-musuh Anda
  3. Jangan mengharapkan terima kasih
  4. Hitunglah rahmat yang Anda terima, bukan masalah Anda
  5. Jangan meniru orang lain
  6. Cobalah untuk mengambil keuntungan dari kerugian Anda
  7. Ciptakan kebahagiaan untuk orang lain

Apakah hidup Anda sudah seimbang? Semoga postingan ini bermanfaat bagi para readers.

Nama Saya Helka, Bukan Hekal

Aku sedang kembali membuka lembar lama, tahun 2014. Ada banyak hal yang mengesankan di sepanjang tahun tersebut. Perkuliahan sudah berada di akhir penghujung untuk mendapatkan gelar Sarjana. Berat, iya! Awal tahun 2014, tepatnya bulan Februari aku seminar proposal skripsi. Kemudian dilanjutkan dengan mengikuti program PPL *mahasiswa pendidikan pasti sudah tau lah yaa..

Aku mendapatkan sekolah praktik di Fatih Girl's School yang lokasinya di Lamnyong. Jarak antara kos-kosan ke sekolah hanya sekitar 200 meter. Eits, tunggu dulu! Aku bukannya ingin membahas kegiatan PPL tapi lebih tepatnya aku ingin menuliskan mengenai salah seorang teman yang PPL di Fatih juga. Ada tiga orang lainnya yang PPL di Fatih yaitu Resa (jilbab hitam) dan Shirin Abla (yang memakai jilbab bermotif dan ia adalah mahasiswi dari Turki. Abla adalah panggilan untuk kakak perempuan dalam bahasa turki) dari pendidikan biologi dan Helka Pratiwi (jilbab biru) dari pendidikan matematika.



Banyak terjadi kisah yang menarik selama aku berteman dengan mereka, tapi yang paling menarik adalah yang bernama Helka. Awal perkenalan adalah pada saat pembekalan pra-PPL di gedung PPL FKIP. Kalaulah yang pertama kali melihatnya pasti kesan yang terbersit pertama kali adalah ia sosok wanita dengan ke-macho-annya. LoL. Bagaimana tidak? Saat itu dia memakai jaket laki-laki yang notabene kalau perempuan biasanya memakai cardigan. Setelah pembekalan, aku pun meminta nomor handphone teman-teman yang lainnya termasuk si "doi". Aku mendengar namanya "hekal" maka aku menyimpan nama kontak di handphoneku dengan nama "Hekal Pratiwi". Aku sempat meng-sms dia dan beberapa kali menyebutkan "hekal". Ketika sms, si "doi" sudah mewanti-wanti bahwasanya "Nama saya helka, bukan hekal". Tapi aku selalu lupa mengubah nama kontaknya. Hingga akhirnya pada saat bertemu langsung dengan wajah yang sedikit kesal, si doi, memverifikasi "Nama saya Helka ya, bukan Hekal". Kalau aku tulis berdasarkan raut wajahnya mungkin kira-kira begini "Nama saya H.E.L.K.A ya, BUKAN H.E.K.A.L". LoL. Ingin tertawa sih, tapi melihat wajahnya yang serius aku pun jadi takut. Enggan menertawakannya. Sejak saat itu pula aku tidak lagi memanggilnya "Hekal" tapi "Helka".

Well, perkenalan yang cukup singkat. Waktu berjalan hari demi hari, kami berada di satu sekolah. Entah kapan akhirnya kami bisa menjadi lebih akrab. Jalan-jalan bareng, makan bareng, nongkrong bareng, nginep di kos-kosan bareng, servis motor juga bareng, banyak deh pokoknya. Mungkin sedikit memanggil memori lama dengan beberapa foto.

Makan mie Razali di Peunayong, Banda Aceh

Ada beberapa hal unik yang akan ditulis di sini, *gapapa ya helka? sambil kedip manjaahh.. 
1. Jangan perhatikan mie. Tapi perhatikanlah yang memakai baju merah. itu adalah si doi alias helka (untuk selanjutnya pada postingan ini, kita akan memanggil helka dengan sebutan si "doi"). Hal yang khas dari si doi adalah selalu memakai baju batik. Kemana-mana pakai baju batik. Bahkan jalan-jalan mau makan mie aja, dia pakai baju batik -____-" Kalaulah ada foto kami yang si doi ga pakai baju batik adalah suatu hal yang luar biasa. *lebay dikit

Jalan-jalan sore ke Kerkof

Nah, loh! Ga salah kan, ini JJS loh.. dia pakai baju batik. LoL. Memanglah dia Cinta Indonesia.

Jalan-jalan sore ke Hutan Kota BNI

Omaigod! Ini juga pakai baju batik, Helka love love banget deh ama batik. Jika kamu scroll down lagi, maka janganlah heran jika koleksi fotoku bersama si doi semuanya pakai baju batik. Menurutku ga ada yang bisa mengalahkan koleksi baju batik punya doi.

Makan Bakso Hendra Hendri

2. Hal unik selanjutnya adalah minuman favorit si doi, jus alpukat dan nutrisari anggur. Eits, satu lagi ding! Sari kacang hijau juga termasuk minuman favoritnya si doi. 

Ulang Tahun Helka di A&W

Pameran di Taman Sari, Posko FLP

Pameran Buku di Gedung Sosial

3. Hal yang khas dari si doi yang lainnya adalah hobinya membaca buku. Inilah pemudi Indonesia yang keren nan beken. Lihatlah foto di atas. Dia begitu antusias memilih buku yang akan dibeli ataauuu.. mau baca gratis, ya ka ? Hehehe.. Bercanda kok. Foto yang di bawah ini juga foto yang candid, doi gatau kalau sedang difoto. Serius amat, ampe gitu ekspresinya. LoL


Acara Bedah Buku bersama Salim A.Fillah

4. Hal lainnya adalah meski si doi terlihat "macho" (salah satu anggota taekwondo, loh.. Mantaappss!) tapi dia seorang yang feminim. Hal ini terlihat dari pose foto si doi di bawah ini:




Masih ada banyak hal unik yang terdapat dalam dirinya.
Aku banyak belajar dari seorang Helka.
Aku belajar bagaimana menjadi seorang pendengar yang baik, seorang helka selalu mendengarkan pembicaraanku tanpa memotong sedikitpun sebelum aku berhenti. Ia mencerna kata-kata yang diucapkan oleh lawan bicaranya. Kemudian, ia barulah akan mengomentari. Dia juga hanya akan memberikan saran jika diminta, tanpa mengganggu privasi tentunya. Warbiyasaahh!!

aku belajar kesederhanaan darinya. Kesederhanaan dalam berpakaian. Helka adalah seseorang yang tidak begitu peduli dengan fashion yang berkembang namun mempunyai karakter fashion tersendiri. Dengan demikian mencerminkan bahwasanya Helka adalah seseorang yang mempunyai karakter. Contohnya seperti si doi yang selalu pakai baju batik meski hijabers sedang menjamur dia tetep aja dengan baju batiknya.

aku belajar menjadi seseorang yang menghargai waktu. Hal hebat dari seorang helka adalah dia hampir tidak pernah terlambat ketika menghadiri suatu kegiatan atau acara. Yaa.. Kecuali motornya 'ngambek' di jalan. Hehe.

Ohya satu lagi.. pastinya aku belajar menjadi seseorang yang punya sense of humor. Jadi inget percakapan dulu ketika jaman PPL, si doi pernah bilang gini, "Kalau diibaratkan, dini itu bentuknya seperti kotak-kotak. Kaku". Langsung deh aku dan si doi ngakak!

Ada banyak hal yang kami lalui bersama, ah.. ingin lagi menghabiskan waktu bersama si doi. Ada hal yang menyedihkan bagiku. Aku tidak bisa hadir di hari bahagianya. Maafkan dini ya, Helka. *baru masuk kuliah ni. Dosennya rajin banget. Hari pertama udah langsung masuk kuliah dan ada tugas minggu depannya. Huhu. Maklum lah ya. Kami masih mahasiswi. Anak kos juga (apa hubungannya coba?)

Setelah melalui perjalanan panjang, demotivated phase juga udah sempat dilalui. Thank you udah percaya sama dini dan menjadi sohib dini.

Akhirnya,,,gelar sarjana udah disandang oleh si doi. CONGRADUATION, my bestiee, Helka Pratiwi, S.Pd 💚


Semoga ilmunya barokah dan sukses selalu.. Semoga apa yang ingin dicapai setelah mendapat gelar sarjana dapat segera terwujud ya.. Meski frekuensi perjumpaan kita telah berkurang, semoga doa di antara kita tidak berkurang frekuensinya ya.. Semoga silaturrahmi kita tidak pernah terputus hingga Jannah-Nya.. Amiin Ya Rabbal 'Alamiin.

With love,

Diniya, S.Pd
Anak Kos Pondok Arimba
Gegerkalong Girang, Bandung.



Senin, 06 Februari 2017

Newbie Traveller 23 - Mengurus Visa Schengen (1)

Kali ini penulis ingin berbagi pengalaman bagi teman-teman yang ingin mengajukan aplikasi visa Schengen. Bulan Desember 2016, abstract yang aku submit diterima oleh pihak theiier.org. Seneng sih, sekaligus jadi bingung. Bingung karena belum pernah punya pengalaman pergi ke Luar Negeri dan mengurus berkas visa. Tapi syukurlah, ada "temen" (read: ehem) yang ikut juga. Kalau teman-teman gamau repot mengurus visa, bisa pakai jasa agen travel kok. Tapi kalau aku sih pengen ngurus sendiri biar sekalian dapet pengalamannya. *eeeaaa... Mau dari mana ya ceritanya? mulai dari perjalanan Bandung ke Jakarta, lokasi pengurusan visa.

Check this out ya!
Well, kamu bisa milih beberapa alternatif transportasi untuk bisa menuju ke lokasi. Perlu diketahui terlebih dahulu lokasinya nih, guys. Perlu dicatat bahwasanya pengurusan visa Schengen ini bukan di Kedubes Belanda ya, tapi di VFS Global yang berlokasi di Kuningan City. Ini alamat lengkapnya → Kuningan City Mall, Jl. Prof. DR. Satrio No.18, RT.14/RW.4, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940. Selain itu, sebelum melakukan pengurusan visa di Jakarta, kalian harus membuat appointment secara online terlebih dahulu dengan pihak VFS Global melalui web ini → www.vfsglobal.com/

Orait, yuuk dilanjut lagiii..
Alternatif kendaraan dari Bandung menuju lokasi yaitu:
1. Travel X-Trans
    Teman-teman yang dari Bandung bisa naik travel X-Trans di Green Batara Hotel yang di depan     Cihampelas Walk. Aku gatau sih kalau naik travel gimana perjalanan ke TKP di Jakartanya. Tapi sempat ngebuat estimasi perjalanannya. Kira-kira ya seperti ini:
Keberangkatan paling pagi jam 05.00 wib. Kalau gak macet, estimasi waktu 3 jam. Maka kira-kira teman-teman akan tiba di Jakarta pukul 08.00-08.30 wib. Setelah turun di Semanggi, maka teman-teman langsung pesan Go-Jek. Pasti di Jakarta bakalan banyak pake jasa Go-Jek or Go-Car, so saranku mendingan kalian pakai Go-Pay. Entar isi saldonya aja, banyak dapat potongan harga bisa 30-50% loh. Lumayanlah bagi anak kos. Irit, cuy! Selanjutnya, cukup memasukkan alamat tujuan ke Kuningan City. Perjalanan naik Go-Jek dengan estimasi 20 menit kalau gak macet yaa.. *Ini masih estimasi, karena aku gak naik travel dari Bandung ke Jakarta.

2. Kereta Api Indonesia
    Alternatif kedua adalah naik kereta. Kalau menurutku, lebih baik naik kereta api karena kemungkinan macet sangat minim. Kalaupun telat, hanya telat 15 menit. Jadi kalau teman-teman udah buat appointment dengan pihak VFS Global pukul 09.00 wib, Insya Allah ga bakalan telat-telat banget. Aku dan temenku naik kereta api tujuan dari Stasiun Bandung menuju Stasiun Gambir. Kereta berangkat pukul 05.00 wib, kalau aku berangkat dari kosan jam 03.45 wib naik Uber. Estimasi biaya dari kosanku, wilayah Gegerkalong Girang deket UPI, 25ribu-35ribu. Kebetulan waktu itu, aku lagi ada promo POTONGAN HARGA 25RIBU untuk 20X PERJALANAN. Lumayan banget kan? Aku sampe bingung waktu Aa Ubernya bilang, "Empat setengah, neng." Trus aku spontan, "Berapa?", "4500 rupiah, neng". Aku senyum aja sembari mengeluarkan uang 5000 dari dompet, "hatur nuhun, aa". *kegirangan! Maklum anak kos. Tiba di stasiun pukul 04.10 wib. Estimasi waktu sekitar 15-20 menit. Tergantung Aa Ubernya ngebut atau kagak sih. Hahaha. Setibanya, aku langsung sarapan. Eh, jam 04.30 mau solat, rame banget dan gak dapat tempat. Akhirnya cuma wudhu doang dan solat di kereta. Ohya, kalau temen-temen mau pesan tiket kereta, mendingan di Traveloka aja. Lebih murah. Aku pesen yang ekonomi udah dapet kursi yang nyaman. aku sama temenku, 149.444 rupiah untuk 2 kursi. Asiiikkk *kegirangan lagi! Alhamdulillah.
          Jam 08.10 wib kereta juga belum tiba di Stasiun Gambir, hati mulai gelisah! Iya, appointment di VFS jam 09.00 wib dan sekarang sudah pukul 08.10 wib tapi kereta belum nyampe. Aku ama temenku langsung udah pesen Go-Jek karena nanti pas turun langsung klik "Order" dan keluar stasiun langsung naik Go-Jek. Keluar dari pintu Utara, nanti bilang ke abang Go-Jek kalau kalian nunggu di pintu utara di depan Kementrian Perhubungan. *rada lupa, pokoknya arah museum nasional. Kalian harus inget ya, bilang ke abang Go-Jek kalau kalian turun di Kuningan City, ga perlu basa-basi bilang mau ngurus visa Schengen atau visa ke Belanda. Why? Karena mereka bakalan bilang ngurusnya di Kedubes Belanda. Padahal sama sekali BUKAN di kedubes tapi di VFS Global, Kuningan City. Berdasarkan pengalamanku, aku sama temenku kepisah. Aku diturunin di Kedubes sedangkan temanku bersikeras tetap turun di Kuningan City. Perjalanan dari stasiun ke VFS memakan waktu 20-30 menit. Aku telat? YA! aku pesen Go-Jek lagi dari Kedubes Belanda menuju Kuningan City. Temanku udah duluan tiba di lokasi tujuan. Masuk dari pintu masuk, belok kiri, ada lift, langsung pencet ke Lantai 1, keluar dari lift, sebelah kirinya langsung keliatan tulisan VFS Global. Gampang kok nyari lokasinya. Akhirnya aku tiba pukul 09.20 wib. Telat pake banget! (Nanti di bawah ada lanjutan kisahku tiba di VFS Global yaaahh.. )

3. Pesawat
    Kalau mau naik pesawat ya silahkan, tapi harus sehari sebelumnya dan pasti M.A.H.A.L ! Blacklist langsung deh naik pesawat, maklum pahit getir kehidupan anak kos. LoL *ga ada pembahasan lebih lanjut mengenai naik pesawat. Skip!

Ngelanjutin kisahku...
Ya, aku ulangi sedikit, aku telat pake banget jam 09.20 wib! Lebih apesnya lagi, aku lupa kalau berkas-berkas visaku semuanya di tas temenku. Ya Allah, cobaan apalagi? Aku telpon temenku, hapenya ga aktif. Duh, gimana dong. Pucat. Aku memutuskan untuk nekad masuk, rupanya ada pemeriksaan. Mba petugasnya nanyain, "Appointment jam berapa?", aku langsung gugup "Jam 09.00 wib". Tetap dengan wajah dingin, si Mba petugas nanya lagi, "Berkasnya mana?", aku langsung bingung, "Sama temen saya tadi, Mba. Mas yang pake jas biru", "Oh, Pak Lukman, ini Ibu Diniya ya?". Aku langsung jawab "Iya". Tiba-tiba, dia keluar seperti seorang hero. Ahhh... hampir saja, dengan cool dia bilang, "Iya, pak. Dia teman saya". Alhamdulillah.. Sekarang lanjut ke pemeriksaan tas. Ternyata, ga boleh bawa masuk laptop dan hape harus dimatikan. Aku kembali ke luar, ke loket penitipan tas. You know what? Nitip laptop dan kamera digital harus bayar Rp 22.000,- 
Kaget! Nitip barang rupanya bayar. Saranku, mendingan kalau ke sana ga usah bawa laptop deh. Kalau emang takut berkasnya ga lengkap, sebaiknya dimasukin ke flashdisk aja. 

Kemudian aku masuk lagi, scanner mulai men-scan badanku, lulus uji. Baru deh boleh masuk dan dikasi nomor antrian. yeay! aku masuk dan melongo, lumayan rame. Kalau pengurusan visa ke Netherlands, tempatnya paling ujung. Karena ada yang Spain dan Italy juga. Tapi tempat yang paling rame itu pengurusan visa Netherlands/Belanda. 

Setelah menunggu 4 orang, aku dipanggil sama mas yang di counter. Berkas-berkasku diperiksa, "Dalam rangka apa ya ke Netherlands?" aku menjawab, "Ikut international conference, mas". Dia lanjut bertanya lagi sampai akhirnya membicarakan beasiswa LPDP. LoL. Dilanjuuuut...
"Pembayaran di konter sebelah ya mbak". 
"Iya, mas. Berapa totalnya?"
"Totalnya, 850ribu tapi ditambah biaya logistik 350ribu. Maka semuanya jadi 1juta 200ribu, mbak".
"Ha?" aku kaget. uangku gak cukup! buka dompet dan cuma punya 1juta 112ribu. Mana mas lukman ya? huhu.. *mas lukman sedang buat pas foto visa. 
"Kenapa mba? Mau ditambah dengan notifikasi email dan sms jika visa telah selesai?"
aku langsung nanya lagi, "Nambah fee lagi ya?"
"Iya, mba. 20ribu." *ya ampuuun, uangku untuk membayar visa aja udah ga cukup lagi, ini malah nambah lagi. 
"Engga dulu deh mas." Duuh.. mas lukman mana ya. 5 menit kemudian, mas lukman udah balik ke konter. Setelah selesai berkasku diperiksa, aku menuju konter pembayaran sembari menghampiri mas lukman dan berbisik, "mas, ada uang lebih ga? Seratus ribu aja". Mas lukman langsung menyodorkan 200ribu rupiah. Alhamdulillah. Tapi aku tiba-tibe nyeletuk, "Mas, biaya pengurusan visanya 1juta 200ribu bukan 850ribu. Ada biaya tambahan". Mas lukman langsung nyambung, "Kalau gitu, aku ambil seratus ribunya." Hahaha, akhirnya aku minjem seratus ribu. Nomor antrianku sudah dipanggil menuju ke konter pembayaran. Alhamdulillah, selesai juga pembayarannya. Setelah melakukan pembayaran, kalian harus menunggu nama dipanggil ke ruangan Biometric untuk sidik jari. Di dalam ruangan, selain melakukan sidik jari cuma ditanya nama dan tanggal lahir. 

Aku sudah selesai. Setelah namaku dipanggil maka sekarang giliran mas lukman. Isi dompet sisa 2ribu rupiah lagi. Gimana mau ngambil laptop di tempat penitipan tas ya ? LoL
Akhirnya, kami ke ATM di lantai LG. Kemudian kembali lagi mengambil barang di tempat penitipan tas. Ahhhh.. akhirnya selesai juga.

Sekarang hanya menanti apakah visa diterima atau engga.. Doain yaaa..


Jumat, 03 Februari 2017

Newbie Traveller 22 - Trip To Bosscha

Hoaaaaeemmm..
Puk puk puk... *sapunya sedang nge-bersihin laba-laba di blog.
Ahahaha.. udah lama banget ga nulis di blog. Bulan Januari cuma satu postingan. Huhu. Sebenarnya ada beberapa hal yang pengen banget ditulis tapi entah karena males atau apa yak. ahahah

Baiklah, di bulan Januari aku dan temenku yang seangkatan dulu jaman S1 yang notabene sekarang udah ngelanjutin S2 di ITB, Winda Meutia, pergi ke Museum Bosscha. Kyaaa... pada tau pasti kan ? Tempat syutingnya film "Petualangan Sherina", film yang udah lamaaaaaa banget. Sekarang deh baru kesampean untuk datang ke sana. Gapapa lah.. yang penting udah pernah pergi. LoL
Kami pergi hari Sabtu, jam 9.30 pagi. Pagi itu Winda yang datang ke kosanku di Gegerkalong Girang. Nah, karena hari Sabtu adalah weekend, pastinya kalau naik angkot bakalan macet. Apalagi arah ke Lembang sanaaaa,,, bisa habis waktu 2 jam cuma di perjalanannya aja. Akhirnya kami memutuskan untuk naik Go-Jek alias ojek online. Harganya murah dan bisa nyalip-nyalip kalau di jalan. Hahaha.. bisa cuma 30 menit aja di jalan. Apalagi Aa Go-Jeknya kasep, ahahha.. kalau bisa di jalannya lama aja daaahhh.. *Ups! Eh!

Kami tiba pukul 10.00 wib di Gedung Museum Bosscha. Keputusan kami untuk naik Go-Jek ga salah lagi. Kenapa? Karena ternyata Bosscha itu masuuuukk ke dalam gitu, lumayan jauh kalau jalan kaki, bisa 15 menitan gitu. Tarrraaaaa... Akhirnya udah tiba di tempat yang dinantikan.


Begitu nyampe di pintu masuk, langsung keliatan yang kayak gini niii.. Nah, yang di bawah ini, foto aku bareng Winda, tarrraaaa... untuk diabadikan kalau pernah ke sini. 

Aku dan Winda Meutia

Setelah foto-foto di sini, kita lanjut ke tempat pendaftaran tour di lObservatorium Bosscha. Jadi hanya ada jam-jam tertentu saja. Ada yang jam 9.00, 10.30, dan 11.30 wib. Jam 13.00 Bosschanya udah ditutup. Jadinya aku bareng Winda ikut tour jam 10.30 wib karena itu waktu terdekat. Bagi teman-teman yang kuiah di ITB, ga perlu bayar. Asiiiknyaaa. Mereka hanya perlu nunjukin KTM aja. Sedangkan teman-teman dari luar ITB harus membayar fee sebesar 15ribu rupiah. Ga begitu mahal juga siiihhh sebenarnya. Hehe. 

Orait, yukkk.. kita menuju laboratorium Bosschaaaa.. sambil menikmati pemandangan yang adeeeem banget.




Jalan menuju Observatorium Bosscha

Eh tunggu dulu! Kita harus ke ruang multimedia sebelum masuk ke Observatorium Bosscha. Di ruang multimedia, nantinya kita akan diperkenalkan dengan bangunan-bangunan yang ada di Observatorium Bosscha beserta teleskop yang ada di setiap bangunan tersebut. Kita juga diperkenalkan dengan pendiri Observatorium Bosscha. Ternyata, aku juga baru tau loh, pendirinya itu bukanlah seorang ilmuwan, tapi seorang pengusaha kaya kebun teh di Malabar. Ini aku kutip dari salah satu artikel yaitu pada dekade 1920an Karel Albert Rudolf Bosscha adalah salah satu orang terkaya di Jawa. Ia lahir pada tahun 1865 di Den Haag, Negeri Belanda, dari pasangan fisikawan Johannes Bosscha, Jr.—kepala Jurusan Fisika Institut Teknologi Delft—dengan Paulina Emilia Kerkhoven, putri pengusaha teh di Jawa. Bosscha belajar ilmu teknik di Delft, dan menjadi anggota perkumpulan astronomi setempat. Bosscha berangkat ke Hindia Belanda pada tahun 1887 dan mulai bekerja di perkebunan teh milik keluarga Kerkhoven. Tangan dingin Bosscha dalam mengelola perusahaan membuatnya diangkat menjadi direktur perusahaan teh Malabar di Pangalengan, Bandung. Pada akhir Perang Dunia I, 1918, kepiawaian K.A.R Bosscha dalam berdagang dan menanam modal telah membuatnya menjadi salah satu orang terkaya dan berpengaruh di Jawa. Ia juga adalah salah satu penderma besar dan telah banyak menyumbangkan sejumlah besar uang kepada institut-institut ilmiah di Hindia Belanda dan terutama kepada Technische Hogeschool te Bandoeng (THB—Sekolah Tinggi Teknik Bandung, kemudian menjadi Institut Teknologi Bandung).

Aku penasaran banget! Kamu penasaran ga? Ini pertama kali ngeliatnya di "Petualangan Sherina" (Udah pada tau kan? Udah pada nonton film.nya kan?) dan cuma ngeliat via Youtube doang. Hari itu, 07 Januari 2017, dapat kesempatan datang ke sini. Dulunya pernah punya mimpi ke sini. Akhirnyaaa.. kesampean.

Observatorium Bosscha


Yang di belakang kami itu adalah main buildingnyaaa.. Observatorium Bosscha yang di dalamnya terdapat teropong yang gueeedeeeee buuuaaaangggeeettt!!!!


Teropong Ganda Zeiis

Teropong ini dapat diputar 360 derajat

Saat melakukan pengamatan, kubah diputar sedemikian rupa sehingga celah tersebut menghadap ke objek yang akan diamati. Dan teleskop diarahkan ke objek, mengamatinya lewat celah yang terbuka tersebut. Untuk kenyamanan pengamat, lantai teleskop bisa dinaik-turunkan sedemikian rupa disesuaikan dengan posisi teleskop. Lantai yang berdiameter 11,0 m ini dapat dinaikkan maksimum sampai 3,8 m dari posisi terendahnya.

Dalam penelitian astronomi, Teleskop Zeiss ini dipergunakan untuk mengamati bintang ganda visual, gerak bintang / anggota gugus, planet, komet, penentuan paralaks, mengukur fotometri gerhana bintang, mengamati citra kawah bulan, mengamati planet, mengamati oposisi planet Mars, Saturnus, Jupiter, dan untuk mengamati citra detail komet terang serta benda langit lainnya. Teleskop ini mempunyai 2 lensa objektif dengan diameter masing-masing lensa 60 cm, dengan titik api atau fokusnya adalah 10,7 meter.

Selain gedung utamanya, ada beberapa tempat lain dimana teleskop disimpan. Seperti gambar-gambar di bawah ini. Tapi semuanya lagi ditutup karena kunjungan hanya ke gedung utama saja.





Akhirnya selesai foto sana sini. Jam 12.00 kami solat zuhur di mushola setempat. Ohya, juga ada tempat beli oleh-oleh loh. Kebetulan kemarin cuma beli gantungan kunci. yeay, lanjut ke Imah No'ong yang perjalanannya bikin aku tepar!

Alhamdulillah banget bisa berkesempatan mengunjungi Observatorium Bosscha. Yuk, buat teman-teman pembaca semuaaa, jangan pernah takut untuk bermimpi dan menuliskan tempat-tempat yang  ingin kalian kunjungi yaaa. Bisa aja suatu saat nanti mimpi tersebut dapat terwujud. Who knows? Ambil notes sekarang, and write down the list of places that you want to visit yahh!






Jumat, 06 Januari 2017

JANUARI 2017

Welcome to 2017.

Postingan yang pasti sudah telat. Tapi tidak mengapa sih menurutku. Hehe.
Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat. Sama halnya seperti peribahasa Arab, waktu itu seperti pedang. Jika kita tidak memanfaatkannya dengan baik maka pedang tersebut yang akan menghunus diri kita sendiri. Tanpa terasa sudah setengah tahun aku melanjutkan studi magisterku di Bandung. Belajar mandiri, tanpa orang tua, kembali lagi hidup sebagai anak kos-kosan, dan banyak hal lainnya.
Sejujurnya, awal aku ke Bandung, aku hampir lupa dengan tujuanku ke sini. Sedikit foya-foya sebenarnya, beli ini dan itu, dan entah mengapa masih merasa belum cukup puas. Sampai akhirnya aku bertemu dengan seseorang yang kembali mengingatkanku tentang hidup sederhana. Aku ke sini bukan untuk main-main tapi studi dengan serius. Kuliah dengan uang negara dan harus mengabdi pada negara semestinya. Aku bersyukur kepada Allah yang senantiasa aku merasa bahwasanya Dia selalu menjagaku dan menegurku bila aku mulai melakukan kesalahan. Caranya mempertemukanku dengan seseorang yang mengingatkan dalam kebaikan.

Aku semakin menyadari, hidup sederhana membantu menempa diriku untuk menjadi pribadi yang lebih bersyukur. Masih banyak orang lain yang hidupnya begitu sulit. Aku semakin menyadari kebahagiaan bukan karena uang banyak, tapi karena kita bersyukur banyak. Ayuk, kita ingat lagi penjelasan surah Ibrahim ayat 7, yakni apabila kita bersyukur maka Allah akan menambah nikmat kepada hambanya tersebut. Itulah mengapa meski seseorang memiliki banyak harta namun ia masih merasa kurang hal itu dikarenakan kurangnya rasa syukur. Semoga Allah selalu menjadikan kita hamba yang bersyukur.

Tidak banyak hal yang ingin aku capai di tahun 2017 ini. Hal yang paling aku inginkan adalah Tuhan menguatkanku bagaimanapun kondisinya, Di tahun ini, aku ingin hijrah. Hijrah menjadi lebih baik lagi dan lagi. Aku juga ingin menyelesaikan studi dengan segera dan tepat selesai 2 tahun sehingga selain membuat orang tuaku bangga, aku juga ingin segera mengabdi pada negera melalui instansi pendidikan dimana pun berada. Aku juga ingin menunaikan setengah agamaku di tahun ini. Semoga harapan-harapan sederhana ini bisa aku capai di tahun ini. Semoga Allah memudahkan segala rencana dan memberikan rencana terbaikNya.

Bagaimana dengan harapan-harapanmu di tahun ini?


Selasa, 27 Desember 2016

RINDU

Hai rinduu..
Aku rindu dengan rumah.
Rindu bertemu kedua orang tuaku.
Rindu nuansa kampung halamanku.
Rindu dengan kamar kecilku.
Rindu bercengkerama dengan buku-buku kesayanganku.
Rindu tertawa bersama sepupu kecilku.
Yang paling aku rindukan adalah bertemu dengan keponaanku yang pertama,
Nurul Ayra Wardhana


Ohh.. she is too adorable and cute . Tapi sekarang dianya lagi demam. Hiks. Cepet sembuh ya sayang. Muah muah