RSS
Tampilkan postingan dengan label Newbie Traveller. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Newbie Traveller. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Januari 2018

Newbie Traveller 33 - Pengalaman Naik KAI Kelas Eksekutif

Bandung, 6 November 2017

Halo, para pembaca. Sudah lama sepertinya aku ga nulis blog. Hehe. Kali ini pengen nge-share tentang apa ya? Hmm, mungkin mau sedikit share tentang perjalanan dari Stasiun Bandung ke Stasiun Gambir, Jakarta pusat. Di bandungnya aku tinggal di seputaran kampus UPI, tepatnya di Jalan Gegerkalong Girang, depan SD Isola Gegerkalong Girang. Perjalanan dari kosan menuju Stasiun Bandung, aku naik grab dan pastinya ditambah dengan kode promo, 5ribu. Jadinya ongkos ke stasiun Cuma 10ribuan. Aku berangkat jam 4 subuh karena keretanya berangkat jam 5.00 wib dini hari. Idealnya sih memang berangkat jam 4 supaya waktu mau ke counter check in ga rame yang ngantri. Mungkin para pembaca udah tau kali ya kalau di daerah Bandung suka rada rawan sama yang namany aojek online. Tapi mah kalau subuh kayaknya gak masalah soalnya para ojek konvensional masih pada bobok syantik. Wkwkwk. Meski si aa ojek online merasa takut, maka aku sebagai pelanggan menenangkan si aa. Wkwkwkwk.

Pukul 04. 20 wib, aku tiba di Stasiun Bandung, di drop di pintu utara stasiun. Bagusnya sih gitu, soalny kamu bakalan langsung masuk tepat ke pintu counter check in. Pintu masuk utara itu yang ada tulisan “STASIUN BANDUNG”. Begitu nyampe aku langsung check in. Gampang banget kok check in, kamu cukup memasukkan kode pesanan kamu. Entar langsung dicetak. Sayangnya, aku lupa fotoin tempat check in itu, soriiii. Then, aku langsung menuju ke bagian departure, enaknya nunggu di dalem aja sih. Tenang aja, kalau kamu pengen ke toilet, di dalem juga ada toilet. Waktu itu, toiletnya uuuu,, bauuuuu banget. Ga tahan deh, hampir pingsan akunya, maklum aja deh, namany juga toilet umum bukan toilet pribadi.

Para pembaca harus inget kalau naik kereta itu, kamu harus on time. Kereta mah, jam 5 ya jam 5 berangkatnya. Pesan aku, kamu jangan segan buat nanya ke petugasnya kalau kereta kamu bakalan berhenti di jalur berapa. Ya, biar ga muter-muter. Kebetulan kemarin aku di jalur 4, gerbong eksekutif. Kebetulan tiketnya lagi murah, 70ribuan dapet eksekutif. Lumayan banget kan ya? Nama kereta apinya yang dari Bandung - Jakarta itu Argo Parahyangan. Aku pesen via traveloka yang dapet diskonan gitu, 25ribu rupiah, lumayan banget. Biasanya ekonomi aja 70ribu, kali ini 70ribu bisa naik eksekutif. Seneng sih, soalnya kali pertama naik kereta api eksekutif sih. Hahahah #norakmodeon

Inilah penampakan gerbong kelas eksekutif. Awalnya aku excited banget gimanaaa gitu, tapi kok begitu masuk, duuhh baunyaa kayak bau di bis. Out of expectation. Stay positive, kali aja belom disemprotin parfum ruangan. Wkwkwkwk.


Di gerbong eksekutif ini dapet bantal dan plastik sampah. 


Tempat duduknya juga cukup luas buat selonjoran. Tapi sayangnya waktu itu tempat letak kakinya udah agak rusak dan ga bisa diatur posisinya. Jadi kurang nyaman deh. Mungkin kebetulan aja kali ya dapet yang begini, soalnya kursi yang di sebelahku aman-aman aja.



Perjalanan kemana pun nugas pasti tetep. hahaha..


Aku itu suka agak sensitif kalau udah nyium asap rokok dan debu. Gatau deh, kali itu kelas eksekutifnya kayak bau dan berdebu. Ga nyaman aja. Malah rasa kayak naik bis. Mungkin aku aja ya yang kayak gini, yang lain mungkin engga. Makanya aku mesti pake masker.


Perjalanan menghabiskan waktu selama 3 jam 15 menit. Kyaaa,, akhirnya nyampe deh di Stasiun Gambir.


Kamu tinggal milih mau keluar dari pintu selatan atau utara. Tergantung dengan destinasi kamu selanjutnya di Jakarta. Kemarin aku mau ke Senayan City Mall, jadinya aku keluar dari pintu utara. Tugu Monumen Nasional atau lebih sering dikenal dengan Monas tepat berada di sebelahnya stasiun Gambir loh. Jadi aksesnya deket banget. Kamu bisa jalan kaki doang. Dari stasiun Gambir juga deket banget kok ke Jakarta Kota, Kota Tua dan Pasar Murah Asemka. 

Well, aku ke Senayan City cuma buat cuci mata doang. Jepret bentar sebelum debenhamsnya tutup. Isu-isunya sih mau tutup. Gak tau sih kenapa. Dari Stasiun Gambir ke Senayan City lumayan jauh sih, sekitar 20-30 menitan kalau naik grab bike atau go jek. Waktu itu aku pake grab hitch alias grab nebeng dan pake promo pula, jadinya cuma kena charge 7ribu rupiah saja. Kadang kesian sih ama drivernya udah jauh malah dibayar murah, tapi gimaanaa,, pasti customer nyari yang muraah T_T

Jepret dulu yak :) 

Pulangnya aku naik KAI Argo Parahyangan via Gambir-Stasiun Bandung, naik yang kelas ekonomi, harganya 70ribu dan lebih nyaman meski duduknya mepet-mepet kayak ikan sarden gitu. Tapi ga ada aroma yang bikin puyeengg. Aku sempet jepret beberapa view yang menurut aku bagus banget. Tapi aku gatau locationnya dimana karena jaringan internetnya Edge yang pasti leleeet banget kalau di on kan locationnyaaa. Tapi kalau ga salah ini udah mau deket Bandung gitu, mau deket arah Cimahi apa yaaa.. Jadi anggap saja lah di suatu tempat yang indah.






Selasa, 14 Maret 2017

Newbie Traveller 25 - My Trip To Amsterdam

Finally, ada yang bisa ditulis lagi di blog ini. Hampir setahun tapi postingannya belum begitu banyak. Well,
Postingan ke depan akan bercerita mengenai perjalananku ke Amsterdam, Netherlands. Patinya seru banget deh, mulai dari perjalanan dari Bandung hingga kembali lagi ke Bandung. Pengurusan visa Schengennya udah pernah ada di postingan sebelumnya, entar aku juga mau share mengenai gimana rempong packing baju, *ahay, biasalah cewek. Di Bandara Husein Sastranegara, hal-hal unik di kantor imigrasi Indonesia dan Malaysia, transit yang kerjaannya tidur terus, perbedaan waktu yang lumayan dengan Indonesia, pokoknyaaa.. huwaaaaa... seruu banget deh. Pengen sharing dengan semua readers, mana tau entar mau ke Amsterdam, semoga postingan aku bisa bermanfaat untuk kamu semuanyaaa.

Pengen balik lagi ke sana. I leave my heart there. Huwaaa..


Ditunggu ya postingannyaaa.. 😊

Jumat, 10 Februari 2017

Newbie Traveller 24 - Mengurus Visa Schengen (2)

Pada postingan sebelumnya, aku udah posting transportasi ke lokasi pengurusan visa. Kali ini, aku mau share mengenai berkas-berkas yang diperlukan dalam pengurusan visa. Entar sekalian dilanjutin dengan gimana pengurusan setiap berkas yang diperlukan. Aku ke Belanda untuk mengikuti konferensi, maka visa yang diajukan adalah visa bisnis. Kalau teman-teman ingin tahu jenis visa apa saja yang sesuai dengan kebutuhan bisa cek di link ini:
www.vfsglobal.com/

Berikut ini adalah list berkas yang diperlukan:
1. Fotokopi KTP

2. Pas foto
    Pembuatan pas foto sebaiknya di studio foto yang memang biasa membuat pas foto untuk visa. Untuk persyaratan foto visa dapat di akses di web vfs global.

3. Fotokopi paspor
    Fotokopi paspor yang menyebutkan identitas.

4. Fotokopi visa
    Fotokopi visa selama 3 bulan terakhir.

5. Fotokopi KK/surat domisili sementara
Kalau aku melampirkan kedua berkas karena saat pengurusan visa aku masih studi di UPI Bandung, sedangkan di KK tercantum alamat di Aceh.

6. Fotokopi KTM
    Diperlukan untuk memastikan bahwa yang bersangkutan sedang berkuliah di Universtas dan akan kembali lagi ke Indonesia untuk melanjutkan kuliah di negara asal.

7. Surat aktif kuliah
    Alasannya adalah sama dengan di atas, untuk memastikan akan kembali ke universitas asal.

8. Surat izin dari Kaprodi
    Alasannya adalah sama dengan di atas (poin 3 dan 4). Untuk formatnya, mungkin bisa diadopsi dari berikut ini.
https://drive.google.com/open?id=0B3ZP7OnJ0HtlQXNLemJHTlU0U2M

9. Form aplikasi visa
    Untuk form aplikasi visa dapat di download di web vfs yang udah disebutin di atas. Sedangkan cara mengisi form aplikasi visa dapat didownload pada link berikut ini:
https://drive.google.com/open?id=0B3ZP7OnJ0Htlam4zN1MtYWhDQm8

10. Cetak/print out Tiket PP
    Ini adalah berkas yang penting. Kenapa? Agar meyakinkan pihak Kedubes bahwasanya teman-teman pulang kembali ke Indonesia.

11. Cetak/print out booking hotel
    Untuk pemesanan hotel, teman-teman bisa melakukan pemesanan di booking.com, boleh kok cuma melakukan pemesanan saja. Kalian bisa memilih yang free cancellation ya. Ini contoh punyaku.
https://drive.google.com/open?id=0B3ZP7OnJ0HtlSmFZR2s2MnJhTjg

12. Invitation Letter dari pihak penyelenggara konferensi
Ini juga merupakan berkas yang tidak kalah penting untuk meyakinkan pihak Kedubes Netherlands bahwasanya kalian memang mengikuti konferensi di Amsterdam. Contohnya seperti ini:
https://drive.google.com/open?id=0B3ZP7OnJ0HtlOXQ2eWNDbDVWMmc


Ketika pengurusan visa aku juga memberikan data tambahan seperti data teman yang sedang studi di Amsterdam.

Semoga bermanfaat untuk para readers ya..

Senin, 06 Februari 2017

Newbie Traveller 23 - Mengurus Visa Schengen (1)

Kali ini penulis ingin berbagi pengalaman bagi teman-teman yang ingin mengajukan aplikasi visa Schengen. Bulan Desember 2016, abstract yang aku submit diterima oleh pihak theiier.org. Seneng sih, sekaligus jadi bingung. Bingung karena belum pernah punya pengalaman pergi ke Luar Negeri dan mengurus berkas visa. Tapi syukurlah, ada "temen" (read: ehem) yang ikut juga. Kalau teman-teman gamau repot mengurus visa, bisa pakai jasa agen travel kok. Tapi kalau aku sih pengen ngurus sendiri biar sekalian dapet pengalamannya. *eeeaaa... Mau dari mana ya ceritanya? mulai dari perjalanan Bandung ke Jakarta, lokasi pengurusan visa.

Check this out ya!
Well, kamu bisa milih beberapa alternatif transportasi untuk bisa menuju ke lokasi. Perlu diketahui terlebih dahulu lokasinya nih, guys. Perlu dicatat bahwasanya pengurusan visa Schengen ini bukan di Kedubes Belanda ya, tapi di VFS Global yang berlokasi di Kuningan City. Ini alamat lengkapnya → Kuningan City Mall, Jl. Prof. DR. Satrio No.18, RT.14/RW.4, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940. Selain itu, sebelum melakukan pengurusan visa di Jakarta, kalian harus membuat appointment secara online terlebih dahulu dengan pihak VFS Global melalui web ini → www.vfsglobal.com/

Orait, yuuk dilanjut lagiii..
Alternatif kendaraan dari Bandung menuju lokasi yaitu:
1. Travel X-Trans
    Teman-teman yang dari Bandung bisa naik travel X-Trans di Green Batara Hotel yang di depan     Cihampelas Walk. Aku gatau sih kalau naik travel gimana perjalanan ke TKP di Jakartanya. Tapi sempat ngebuat estimasi perjalanannya. Kira-kira ya seperti ini:
Keberangkatan paling pagi jam 05.00 wib. Kalau gak macet, estimasi waktu 3 jam. Maka kira-kira teman-teman akan tiba di Jakarta pukul 08.00-08.30 wib. Setelah turun di Semanggi, maka teman-teman langsung pesan Go-Jek. Pasti di Jakarta bakalan banyak pake jasa Go-Jek or Go-Car, so saranku mendingan kalian pakai Go-Pay. Entar isi saldonya aja, banyak dapat potongan harga bisa 30-50% loh. Lumayanlah bagi anak kos. Irit, cuy! Selanjutnya, cukup memasukkan alamat tujuan ke Kuningan City. Perjalanan naik Go-Jek dengan estimasi 20 menit kalau gak macet yaa.. *Ini masih estimasi, karena aku gak naik travel dari Bandung ke Jakarta.

2. Kereta Api Indonesia
    Alternatif kedua adalah naik kereta. Kalau menurutku, lebih baik naik kereta api karena kemungkinan macet sangat minim. Kalaupun telat, hanya telat 15 menit. Jadi kalau teman-teman udah buat appointment dengan pihak VFS Global pukul 09.00 wib, Insya Allah ga bakalan telat-telat banget. Aku dan temenku naik kereta api tujuan dari Stasiun Bandung menuju Stasiun Gambir. Kereta berangkat pukul 05.00 wib, kalau aku berangkat dari kosan jam 03.45 wib naik Uber. Estimasi biaya dari kosanku, wilayah Gegerkalong Girang deket UPI, 25ribu-35ribu. Kebetulan waktu itu, aku lagi ada promo POTONGAN HARGA 25RIBU untuk 20X PERJALANAN. Lumayan banget kan? Aku sampe bingung waktu Aa Ubernya bilang, "Empat setengah, neng." Trus aku spontan, "Berapa?", "4500 rupiah, neng". Aku senyum aja sembari mengeluarkan uang 5000 dari dompet, "hatur nuhun, aa". *kegirangan! Maklum anak kos. Tiba di stasiun pukul 04.10 wib. Estimasi waktu sekitar 15-20 menit. Tergantung Aa Ubernya ngebut atau kagak sih. Hahaha. Setibanya, aku langsung sarapan. Eh, jam 04.30 mau solat, rame banget dan gak dapat tempat. Akhirnya cuma wudhu doang dan solat di kereta. Ohya, kalau temen-temen mau pesan tiket kereta, mendingan di Traveloka aja. Lebih murah. Aku pesen yang ekonomi udah dapet kursi yang nyaman. aku sama temenku, 149.444 rupiah untuk 2 kursi. Asiiikkk *kegirangan lagi! Alhamdulillah.
          Jam 08.10 wib kereta juga belum tiba di Stasiun Gambir, hati mulai gelisah! Iya, appointment di VFS jam 09.00 wib dan sekarang sudah pukul 08.10 wib tapi kereta belum nyampe. Aku ama temenku langsung udah pesen Go-Jek karena nanti pas turun langsung klik "Order" dan keluar stasiun langsung naik Go-Jek. Keluar dari pintu Utara, nanti bilang ke abang Go-Jek kalau kalian nunggu di pintu utara di depan Kementrian Perhubungan. *rada lupa, pokoknya arah museum nasional. Kalian harus inget ya, bilang ke abang Go-Jek kalau kalian turun di Kuningan City, ga perlu basa-basi bilang mau ngurus visa Schengen atau visa ke Belanda. Why? Karena mereka bakalan bilang ngurusnya di Kedubes Belanda. Padahal sama sekali BUKAN di kedubes tapi di VFS Global, Kuningan City. Berdasarkan pengalamanku, aku sama temenku kepisah. Aku diturunin di Kedubes sedangkan temanku bersikeras tetap turun di Kuningan City. Perjalanan dari stasiun ke VFS memakan waktu 20-30 menit. Aku telat? YA! aku pesen Go-Jek lagi dari Kedubes Belanda menuju Kuningan City. Temanku udah duluan tiba di lokasi tujuan. Masuk dari pintu masuk, belok kiri, ada lift, langsung pencet ke Lantai 1, keluar dari lift, sebelah kirinya langsung keliatan tulisan VFS Global. Gampang kok nyari lokasinya. Akhirnya aku tiba pukul 09.20 wib. Telat pake banget! (Nanti di bawah ada lanjutan kisahku tiba di VFS Global yaaahh.. )

3. Pesawat
    Kalau mau naik pesawat ya silahkan, tapi harus sehari sebelumnya dan pasti M.A.H.A.L ! Blacklist langsung deh naik pesawat, maklum pahit getir kehidupan anak kos. LoL *ga ada pembahasan lebih lanjut mengenai naik pesawat. Skip!

Ngelanjutin kisahku...
Ya, aku ulangi sedikit, aku telat pake banget jam 09.20 wib! Lebih apesnya lagi, aku lupa kalau berkas-berkas visaku semuanya di tas temenku. Ya Allah, cobaan apalagi? Aku telpon temenku, hapenya ga aktif. Duh, gimana dong. Pucat. Aku memutuskan untuk nekad masuk, rupanya ada pemeriksaan. Mba petugasnya nanyain, "Appointment jam berapa?", aku langsung gugup "Jam 09.00 wib". Tetap dengan wajah dingin, si Mba petugas nanya lagi, "Berkasnya mana?", aku langsung bingung, "Sama temen saya tadi, Mba. Mas yang pake jas biru", "Oh, Pak Lukman, ini Ibu Diniya ya?". Aku langsung jawab "Iya". Tiba-tiba, dia keluar seperti seorang hero. Ahhh... hampir saja, dengan cool dia bilang, "Iya, pak. Dia teman saya". Alhamdulillah.. Sekarang lanjut ke pemeriksaan tas. Ternyata, ga boleh bawa masuk laptop dan hape harus dimatikan. Aku kembali ke luar, ke loket penitipan tas. You know what? Nitip laptop dan kamera digital harus bayar Rp 22.000,- 
Kaget! Nitip barang rupanya bayar. Saranku, mendingan kalau ke sana ga usah bawa laptop deh. Kalau emang takut berkasnya ga lengkap, sebaiknya dimasukin ke flashdisk aja. 

Kemudian aku masuk lagi, scanner mulai men-scan badanku, lulus uji. Baru deh boleh masuk dan dikasi nomor antrian. yeay! aku masuk dan melongo, lumayan rame. Kalau pengurusan visa ke Netherlands, tempatnya paling ujung. Karena ada yang Spain dan Italy juga. Tapi tempat yang paling rame itu pengurusan visa Netherlands/Belanda. 

Setelah menunggu 4 orang, aku dipanggil sama mas yang di counter. Berkas-berkasku diperiksa, "Dalam rangka apa ya ke Netherlands?" aku menjawab, "Ikut international conference, mas". Dia lanjut bertanya lagi sampai akhirnya membicarakan beasiswa LPDP. LoL. Dilanjuuuut...
"Pembayaran di konter sebelah ya mbak". 
"Iya, mas. Berapa totalnya?"
"Totalnya, 850ribu tapi ditambah biaya logistik 350ribu. Maka semuanya jadi 1juta 200ribu, mbak".
"Ha?" aku kaget. uangku gak cukup! buka dompet dan cuma punya 1juta 112ribu. Mana mas lukman ya? huhu.. *mas lukman sedang buat pas foto visa. 
"Kenapa mba? Mau ditambah dengan notifikasi email dan sms jika visa telah selesai?"
aku langsung nanya lagi, "Nambah fee lagi ya?"
"Iya, mba. 20ribu." *ya ampuuun, uangku untuk membayar visa aja udah ga cukup lagi, ini malah nambah lagi. 
"Engga dulu deh mas." Duuh.. mas lukman mana ya. 5 menit kemudian, mas lukman udah balik ke konter. Setelah selesai berkasku diperiksa, aku menuju konter pembayaran sembari menghampiri mas lukman dan berbisik, "mas, ada uang lebih ga? Seratus ribu aja". Mas lukman langsung menyodorkan 200ribu rupiah. Alhamdulillah. Tapi aku tiba-tibe nyeletuk, "Mas, biaya pengurusan visanya 1juta 200ribu bukan 850ribu. Ada biaya tambahan". Mas lukman langsung nyambung, "Kalau gitu, aku ambil seratus ribunya." Hahaha, akhirnya aku minjem seratus ribu. Nomor antrianku sudah dipanggil menuju ke konter pembayaran. Alhamdulillah, selesai juga pembayarannya. Setelah melakukan pembayaran, kalian harus menunggu nama dipanggil ke ruangan Biometric untuk sidik jari. Di dalam ruangan, selain melakukan sidik jari cuma ditanya nama dan tanggal lahir. 

Aku sudah selesai. Setelah namaku dipanggil maka sekarang giliran mas lukman. Isi dompet sisa 2ribu rupiah lagi. Gimana mau ngambil laptop di tempat penitipan tas ya ? LoL
Akhirnya, kami ke ATM di lantai LG. Kemudian kembali lagi mengambil barang di tempat penitipan tas. Ahhhh.. akhirnya selesai juga.

Sekarang hanya menanti apakah visa diterima atau engga.. Doain yaaa..


Minggu, 16 Oktober 2016

Newbie Traveller - Air Terjun Pelangi

Waaaaahhh..
Udah lama banget gak hola hola sama temen-temen pembaca blog..
Aku pengen share kisah perjalanan aku ke terjun pelangi yang ada di Curug Cimahi, Bandung.
ke Rumah Sosis jugaaa. Setelah hari Sabtunya ngikut seminar msceis yang bikin aku ngerasa cuma butiran debu di atas meja kaca ponsel. wkwkwkwkk . entar deh kisah aku ngikut seminar itu aku tulis di postingan yang beda, biar ga kecampur sama postingan ini. hehehe.

Jadi aku pergi ke Air Terjun Pelangi itu dari Gerlong Girang perjalanan kisaran 45 menitan gitu. Nah, ini .. yang bikin keren pagi-pagi udah buka loh, tiket masuknya 15ribu saja, Foto tiket masuknya udah kebuang di tong sampah, belum sempat aku abadikan. entar aku download aja deh di mbah google atau aku korek lagi di tong sampah. wkwkwkw.

Nah kalau dari atas keliatan juga sih air terjunnya cuma ya jauh. Tapi kalau mau turun, mikirnya gimana ya kalau naik ke atasnya, pasti aku udah megap-megap. Hahaha, ganti ritual jogging cocok yaa ke sini. Aku bisa makin slimming tanpa perlu minum slimming tea. Hahahaha..

Di bawah ini ada foto aku yang lagi coba eksis. Ohya sarannya kalau ke sini mendingan pake celana karena bakalan pegel banget pas naikan. Aku juga salah milih sepatu, haha. mestinya pake sepatu sport ke sini, tapi aku pakai flat shoes dan harus ngelepas kaos kaki, kalau enggak bisa basah sepatu dan kaos kaki. Akibatnya bisa ngebuat bau kaki yang tak sedap sepulangnya, wkwkwkwk..



Nah, sekarang aku memulai perjalan untuk turun ke bawah. Pengen ngeliat air terjunnya langsung. Memang untuk mencapai sebuah keindahan dan kebahagiaan harus melewati jalan yang terjal dan berkelok. Aku ngalamin banget hari ini. LoL



Abaikan size badanku yang sedikit mekar, hahaha.

ini pura-pura candid

Foto ini juga diambil di tengah perjalan turun ke bawah


ini foto niatnya mau fokus ke bentuk jaring laba-laba
tapi aku ga pro ngambilnya. wkwkwk



Kyaaaaa.. ini seneng banget udah nyampe di air terjunnya. Diiiingiiiiin euuyyy.. Di bawah sini juga ada toilet, musola dan tempat makannya. Kayak gambar di bawah ini.





cuma berhubung mikirnya pasti naik ke atas lagi bakalan ngabisin waktu lama jadinye setelah foto-foto langsung baliikk. Ya Allah,. aku ngerasa ini badan udah turun 3kg kayaknya. ahahahha..
gitu lah ya kira-kira,, ini tempatn wisatanya deket sama jalanan, jadi aksesnya gampang banget, kalau pada mau pergi rame-rame naik uber juga bisa. Yuuukkkk...

Senin, 19 September 2016

Newbie Traveller 19 - Waroeng Steak and Shake

Halo halo readers!
Mau nulis apa ya.. nulis sesuatu yang masih banyak jadi waiting listku.

This time wanna shaare about my culinary trip to Waroeng Steak and Shake.

Waktu itu seminggu setelah nyampe di Bandung sih kalau ga salah. Hehe. Ada job dikit sih. *idiiiiihhh gaya banget hahah. Diamanahkan jadi interviewer di program Adik Asuh Suryanara. Jadi aku kayak jadi mba operator. Hehe. Ga laaahhh. Enjoy dan seneng banget. Malem itu keluar bareng temen SMA, mbah mahfudz. Kita makan bingung mau makan dimana. Haha. Inilah anak-anak mabok pada ketemu.

Akhirnya nemu waroeng steak and shake.
Enak-enak banget makanannya. Yuuummmy!!!

Pesen steak ayam sama es teh manis. Harga standar menurut aku. Harga steaknya 19ribu, es teh manisnya 4ribuan deh kalau ga salah. Udah sempet di posting di instagram sih. Cuma belum sempet share di sini.

Chicken steak

yuk yuk mariii makan. Kalau makan gini entah kenapa jadi inget keluarga. Pengen makan enak bareng. Tapi kalau sama kluarga meski makan ikan asin dan nasi putih pun tetep aja nikmat. Akhirnya bisa memahami. Eating a delicious food is a happiness. So happines still can buy with money. But precious time, togetherness and moment cannot buy with money.
Create your best moment in a single second that you have. If not, you're gonna regret it for your entire life.

Some people ask me, "why are you too busy?". Honestly, i am not busy. But i am on my way to create my own precious and best moment in my life. How about you?

Sabtu, 17 September 2016

Newbie Traveller 18 - Naik Angkutan Umum

Happy satnite all readers!
Yeay, malam ini stay di kosan aja sambil nyelesaikan tugas.
Bosen juga buat tugas terus. Jadinya nge-blog dulu deehh.
Ada 3 tulisan yang belum diposting, yaahhh maklum mesti editing dulu sih. Soalnya tulisannya pakai bahasa inggris gtu. #eaaaa gaya banget!

Then, tonight i wanna share about public transportation in Bandung. Sekaligus sama perbedaannya angkutan umum antara Bandung dan Aceh.

Eeeeeaaa.. kalau udah bule ngomong "public transportation" kedengaran keren yakk ? Coba deh diartiin ke bahasa Indonesia. Jadinya angkutan umum atau lebih dikenal angkot. Wkwkwk.. ga sih, sebenarnya kan yang masuk ke daftar angkutan umum kan banyak yak.. bisa jadi damri, bis, angkot, dan apa lagi yaaa ? Yahhh. Gitu deh pokoknya.

Kalau di Banda Aceh (karena writer orang Aceh), angkot itu disebut dengan labi-labi atau kalau orang Aceh Utara itu nyebutinnya sudako (kaya film horor Sadako. Haha). Kalau di Bandung, masyarakat nyebutinnya angkot. Bedanya nih, kalau di Bandung, banyak banget warga yang masih mengandalkan kendaraan ini sebagai alat transportasi (gak terkecuali aku. Maklum anak kosan nyari yang harga miring . Wkwkwkwk. udah jauh juga perjalanannya ongkosnya cuma 5ribu, kalau deket 2ribu. Eits, inget hati-hati ya kalau naik angkot di Bandung. Kalau temen-temen nanyain "berapa ongkosnya pak". Nah loh! Bisa dinaikin 2ribu ongkos angkotnya. Makanya dikira2 aja. Oh kalau deket berarti 2ibu aja. Kalau jauh bangeeeet baru bayarnya 5ribu - 7ribuan.
Kalau di Banda Aceh mah udah jarang banget yang naik labi-labi.
karena ga semua tempat menjadi rutenya labi-labi. Jadi harus jalan kaki dan jaraknya juga lumayan jauh . Tapi ga juga sih. Di Bandung kadang juga harus jalan. Mungkin budaya jalan kaki di Aceh belum diterapkan. Jadinya banyak yang naik motor (termasuk writer) dan mobil.

Next, kalau di Aceh damri itu kaya bus sekolah. Jumlah penumpang kira-kira 20-25 orang (ada yang duduk dan berdiri) . Bedanya kalau di Bandung, damri itu kayak Trans Koetaradja yang ada di Banda Aceh.

Kemudian di Bandung masih ada ojek pangkalan, trus ada Go-Jek dan Grab Bike. Becak dayung juga masih ada loh. Trus taksi dan taksi online kaya Go-Car, Uber dan Grab Car juga banyak. Kalau di Aceh gak ada. Hehe. Makanya banyak yang lebih memilih naik kendaraan pribadi ketimbang transportasi umum.

Berikut ini sempet catet rute angkot yang dinaikin kalau mau pergi kemanaaaa gtu. Hehe. Dicatet biar ga lupa aja sih sebenarnya.
1. Cihampelas Walk ➡Angkot Kalapa-Ledeng
2. Bandung Electronic and Computer (BEC) ➡Angkot Kalapa-Ledeng
3. Bandung Indah Plaza (BIP) ➡Angkot Kalapa-Ledeng
4. Farm House Lembang ➡Angkot ST. Hall - Lembang
5. Pasar Baru (Pasar Baru Trade Center ➡Angkot Stasiun (angkot warna putih)
6. Stasiun Bandung ➡Angkot Stasiun
7. Baltos ➡Angkot Caheum
8. Martha Tilaar Salon and Spa (jln ciumbuleuit) ➡Angkot Caheum, bisa juga naik Angkot Kalapa-Ledeng tapi nanti minta turun di Jalan Ciumbuleuit ntar mesti jalan 200m.
9. Ke BPJS (jalan pulangnya doang yang tau) ➡Angkot Stasiun trus lanjut Angkot Kalapa-Ledeng
10. Ke Palasari ➡Angkot Kalapa-Ledeng trus lanjut naik Angkot Buah Batu.
11. Ke Bakso Boedjangan ➡Angkot Kalapa-Ledeng (lokasinya sebelah kiri deretan Bank BRI)
12. Ke Borma Setiabudhi ➡Angkot Kalapa-Ledeng

Cukup segitu dulu deh kayaknya. Ohya kalau aku ngapalin rutenya. Tapi ada juga kalau temenku ngapalin warna angkotnya. Hehe.

Sabtu, 03 September 2016

Newbie Traveller 17 - Klinik Lapar

Jajaaaaaanggg..
Selamat siang semua reader blog diniyaaaa. Lama nih ga nulis, hampir 3 hari kayaknya. Hehe.

Well, today aku mau share mengenai kegiatan pagiku selama ngekos di Bandung . Hiks.. yang jauh dari orang tua dan keluarga itu pasti paginya males masak dan ujung-ujungnya beli di warung terdekat atau kantin terdekat. Hehe. 

Biasanya pagi itu aku bangun jam 5 pagi, beres-beres akhirnya kelar jam setengah 7 pagi. Aku kuliah kamis-jumat mulai jam 7 pagi sampe jam 4 sore. Nah, jadi jam setengah 7 itu biasanya aku beli sarapan nasi atau kue. Nasinya murah bangeeettsss loh, cuma 6ribu rupiah. Kalau buryam kering, cuma 4ribu. Cukup untuk lambungku yang mini namun melar. ahahha. Kalau beli kue biasanya itu aku beli di KLINIK LAPAR deket Mesjid Darut Tauhid. Kalau dari kosanku 5 menitan lah dengan speed jalan kaki 5 m/s. wkwkwkkwk. Aku tuh jalannya slow motion banget. Menikmati perjalanan. Hahahah *ngeles mode oooonnnn..

aku tu suka banget beli kue di klinik lapar. Coba tanya kenapa? Ya Allah ini tu di sini pilihan kuenya bisa lebih dari 20 jenis dan harganya sat kue mulai dari seribu rupiah saja. Anak kos mah suka ke sini. wkwkwkkw. ada kue dorayaki, puding, bolu pisang, bika ambon, donat, coklat, kue bola coklat, kue lapis, getuk, cilok, umpia, bakwan, lemper, bubur sumsum, yaaaahhh pokoknya banyak banget dah. tiap hari ke sini kagak pernah bosan. hahahahahha

ini nih, dini share beberapa kue yang dini beli di klinik lapar.


coba tebak ini kuenya apa aja?



puding telur, yummy!


brownies, puding telur, hayoo apalagi ?

Hayooo,, pasti pada bikin mouth watering banget kan? Yuk, yang mau ke Bandung, dini bawa ke KLINIK LAPAR yang bikin makin baper, eh laper. hehe..

Kamis, 25 Agustus 2016

Newbie Traveller 16 - Makan di Mie Aceh Cut Nyak Dhien

Sebelum perkuliahan dimulai, marilah sama-sama kita menikmati hidup dulu yaa.. hahah..
Sore ini entah kenapa lagi pengen makan cemilah gitu deh. Jadi aku sama temen sekosan, Fatyana, makan di warung Mie Aceh Cut Nyak Dhien. Lokasinya hanya sekitar 10 menit kalau berjalan kaki dari kosanku. Eits, belum tau ya dini ngekos dimana. Hihi. Gak perlu tau juga sih. Wkwkwkwk. Dini ngekos di Pondok Arimba No. 40A, Gegerkalong Girang, Bandung.

Kita sampe pada bingung mau makan apa, ini nama warungnya Mie Aceh Cut Nyak Dhien, tapi selain ada mie aceh, ada makanan Padang, makanan jepang dan makanan Korea. akhirnya kita pesen 1 porsi tteobokki cheese, 1 porsi takoyaki salmon dan 1 porsi ayam saus tiram. Terus minumnya air mineral aja deh.



Cheese Tteobokki 


Takoyaki Salmon

Ayam Saus Tiram


Ohya, untuk range harga, murah banget loh.. Untuk cheese tteobokki harganya hanya 22ribu rupiah, ayam saus tiram 18ribu rupiah dan salmon takoyaki hanya 14ribu saja. Murah kan ?
Yuk kita makan di sini, yum yum!

Jumat, 15 Juli 2016

Newbie Traveller 15 - Farm House Susu Lembang

Selamat pagi menjelang siang para pembaca semuanya.

Di kala kesibukan yang sebenarnya tidak sampai pada kejelasan. Aku tetap ingin menulis kisah perjalanan yang sudah ada di dalam list tulisan. Tulisan terakhir mengenai restoran korea, Daebak, yang berlokasi di Medan dan Ichiban Sushi di Bogor. Kali ini, back to perjalanan yang tulisannya udah pending. Tujuan aku ke Bandung sebenarnya bukan untuk jalan-jalan. Tapi, untuk ikut tes ujian magister di salah satu kampus yang ada di Bandung. Kebetulan dapat rezeki lulus beasiswa LPDP dan untuk mendapatkan LoA dari kampus adalah dengan cara mengikuti ujian masuk. Selesai ikut ujian, baru deh menyempatkan diri untuk jalan-jalan melihat kota Bandung. Memang sih, tidak semua tempat sempat dikunjungi. Salah satu tempat yang sempat dikunjungi adalah Farm House Lembang, Bandung.

Perjalanan dari Geger Kalong Girang menuju ke Farm House memakan waktu sekitar 30-40 menit jika tidak macet. Waktu itu demi irit uang transportasi, aku dan temanku naik angkutan umum. Well, harganya memang super duper murah, hanya 5000 rupiah saja. Kami berangkat pukul 09.00 wib dan tiba di tempat sekitar pukul 09.40 wib.



Depan pintu masuk

Untuk tiket masuk, menurut saya tergolong murah yaitu hanya 20ribu saja. Eits, mungkin tetap ada yang beranggapan kalau tiket masuk ini mahal. Jangan salah sangka dulu ya, guys. Ternyata tiket masuk 20ribu itu akan diganti dengan minuman atau makanan loh. Makanannya adalah sosis dan minumannya adalah susu. Susu segar ini tersedia dalam aneka rasa yaitu stroberi, vanila dan coklat. Saya sendiri menukarkan tiket masuk dengan susu segar rasa stroberi.


Tempat penukaran tiket

Nah, di belakang foto tersebut adalah tempat penukaran tiket dengan minuman atau makanan. Penukaran tiket dengan minuman ini sangat bermanfaat karena selama berjalan-jalan di dalam Farm House nanti teman-teman tidak perlu membeli minuman. Memang sebenarnya di dalam Farm House ini tidak diizinkan untuk membawa makanan atau minuman dari luar. Sembari jalan-jalan menikmati susu stroberi, ssssrruuuppp, segarnya!

Then, perjalanan di Farm house dimulai! Saat memasuki Farm House, teman-teman dapat menyewa baju yang dipakai oleh gadis-gadis layaknya di perkebunan Eropa. Kalau saya tidak salah ingat, harga penyewaan baju cukup murah, sekitar 75ribuan saja. Kebetulan kami ada melihat anak-anak yang memakai baju tersebut. Jepret mereka saja deh. Anak-anak yang masih unyu-unyu kelihatan cocok sekali memakainya.


Baju ala gadis Farm House Eropa ada di Lembang

Ada tempat yang paling menarik pula menurut saya yaitu tempat surat yang biasanya ada di depan pintu rumah ala Eropa. Kalau di rumah Indonesia jarang sekali kita lihat adanya kotak surat di depan rumah. Kotak surat yang unik dan bergaya eropa dapat teman-teman lihat seperti pada foto di bawah ini.


Alright, yang paling terkenal di Farm House ini adalah rumah "The Hobbit". Bagi teman-teman yang pernah nonton, pasti sudah tau ya. Nah, ini gambar pintu rumah The Hobbit yang ada di serial film trilogi.



Kalau foto yang di bawah ini adalah rumah the Hobbit ala Farm House di Lembang. Sedikit banyak cukup mirip.


The Hobbit House

                                                        The Hobbit House

selanjutnya, teman-teman tau tidak mengenai tempat "Gembok Cinta" yang ada di Korea Selatan, Paris, Moskow, Cina dan Jerman? Di tempat tersebut menjual gembok yang sudah diberi cat dan gambar-gambar lucu dan cantik, kemudian si pembeli menuliskan nama dirinya dan pasangannya. Kemudian gembok tersebut dipasang di tempat yang sudah disediakan. Menurut kepercayaan para pasangan, jika pasangan datang dan mengunci gembok bersama-sama di tempat ini maka cintanya akan abadi. Menurut saya ini hanya sugesti belaka yang tidak dapat dipercayai 100% kebenarannya. Yah, masalah jodoh kan sudah ada Tuhan yang mengatur semuanya.


Gembok Cinta di Paris


Gembok Cinta di Korea Selatan



Gembok Cinta di Bandung, Indonesia

Mengenai gembok cinta ini sudah ada di beberapa negara seperti yang sudah disebutkan sebelumnya; Korea Selatan, Paris, China, Moskow dan Jerman. Kalian sudah pernah yang kemana? Share di sini juga yuukk..

Nantikan tulisanku mengenai perjalanan berikutnya ya.. ^^

Senin, 11 Juli 2016

Newbie Traveller 14 - Ichiban Sushi

Kalau udah pergi sama kakak, udah pasti destinationnya ke tempat makan. Salah satu tempat makan yang kami kunjugi adalah Ichiban Sushi, Botani Square, Bogor. Ichiban Sushi adalah salah satu restoran makanan yang menyajikan makanan Jepang. Waktu itu aku sama kakak pesen chicken katsu deh kalo ga salah - cmiiw - dan minumannya lupa deh apa namanya.



Makanannya itu nasi yang diisi sama apa ya, gak tau deh apa. Trus yang oranye kayak saus itu kayaknya mayonese apa ya, ga tau juga deh apa. Yang jelas enak banget. Seporsi kenyang banget untuk sendiri sama kayak makan nasi sepiring.



Ohya, aku baru inget minuman yang kami pesan adalah teh hijau. Kalau ga salah itu di Jepang, biasanya teh disebut dengan ocha. 



Ada kisah lucu saat mau minum teh hijau ini. Kami dikasi satu scoop kecil yang warnanya itu hijau kayak es krim. Kami awalnya ngirain yang warna hijau di piring hitam adalah green tea. Kak uni dengan semangatnya ngambil trus masukin ke mulut. Trus kak uni muntahin balik, ternyata itu adalah mint. Rasanya pahit, tapi seger. Ya tapi itu, ga tahan pas makannya itu lho..

Aiiiii.. kenyaaang deh, abis makan. Alhamdulillah.. Siap makan pulang. wkwkwk.. Kalau teman-teman mau ngeliat menu-menu di Ichiban Sushi, bisa buka web ini : http://www.ichibansushi.co.id/menu

Ayo, siapa yang pernah makan makanan jepang? Bisa share juga yak.. :)


Newbie Traveller 13 - Daebak Medan

Selamat sore, mantemans semuanya.

masih inget gak kalo diniya masih punya hutang janji sama semua readers blognya ceritaseptemberdiniya? Iya, janji mau share foto makanan korea yang di Medan. Di postingan sebelumnya, aku sempat nulis mengenai makanan Korea di Bogor tepatnya di Mujigae. Masih inget kan?

then, aku mau cerita awal mulanya makan makanan korea di Daebak ini karena waktu itu ada acara Kopi Darat (KopDar) regional Sumatera bagi awardee BPI LPDP PK-56. Selesai acara kopdar itu, aku sama temen SMAku yang namanya, Indi, kita makan di tempat makanan Korea yang namanya DAEBAK. Kalau dalam bahasa indonesia arti kata daebak itu adalah luar biasa. Mungkin maksud pemilik restoran makanan korea di situ itu rasanya daebak alias maknyuuuussss. Eh, ternyata beneran loh rasanya emang maknyuusss banget. Gak bisa dilupain di lidah. 

Waktu itu aku pesen makanan korea yang aku lupa apa namanya. Di bawah ini aku upload deh gambar makanannya. Nama lupa, fotonya ada. wkwkw. mungkin teman-teman ada yang tau apa nama makananny?





Udangnya gede bingiiitts, mienya juga lembut banget, terus isiannya itu juga ada gurita dan cumi-cumi dan ada campuran sayur di dalamnya kayak lobak dan mentimun. Bumbunya pas banget pedasnya, nama bumbunya kalo ga salah gochujang. Kalau dalam bahasa keseharian kita adalah kayak sambalado. Kira-kira seperti itulah.

Selanjutnya, aku sempet makan juga setelah pulang tes dari Bandung di Daebak ini. Enak banget! Kalo udah ke medan pasti ngajakin Indi ke sini. Selalu deh ngerepotin indi. Hiks hiks. :(

aku pesen namanya Bibimbap. Bibimbapnya enak banget, nasi yang dicampur dengan daging, jamur, wortel, tauge, telur, trus atasnya ditaburi wijen kalo ga salah. Entar ditambahin dengan bumbu gochujang yang tadi udah kita bahas. Terus diaduk-aduk. Jadi sebenarnya kayak nasi goreng sih kalo orang Indonesia. Tapi ini bukan nasi goreng. Enak deh pokoknya.

Bibimbap (비빔밥)



Bibimbap yang sudah diaduk gochujang

Temanku pesen cheese tteobokki ditambah telur (lihat foto di bawah ini). waahhh ini juga ga kalah enaknya.

                                                                Cheese tteobokki + egg

Kita juga pesen sup ikan tuna, kalo ga salah nama koreanya Kalguksu (칼국수).


                                                                              Kalguksu

Alhamdulillaaaah.. Kenyaaangg.. Porsi makan korea itu porsi makan raksasa. wkwkwkw. Makanannya banyak banget, pesen 3 porsi bisa dapet makan untuk 3-4 orang. Gak rugi deh makan di sini. Kalau mengenai harga, lumayanlah. Harga mulai 65ribu sampai 180ribu untuk seporsi. Tapi, ingatlah "Harga tak mengkhianati rasa". aku rekom banget deh, kalo ke Medan wajib mampir makan di Daebak. :)

Ahhh,, kalau ke Medan lagi, mau deh makan di sini lagi.

Rabu, 29 Juni 2016

Newbie Traveller 12 - Goes To Bandung

selamat malam para pembaca setia blog diniya, hehe..
malam ini mau nulis apa ya ? kalo diliat dari judulnya, diniya bakalan nge-share perjalanan ke Bandung. Mungkin beberapa teman-teman ada yang sudah pernah ke Bandung? Kalo udah, ya gak apa dibaca aja ya, kalo yang belum pernah mungkin bisa jadi referensi tempat liburan. hehe..

mei kemarin diniya ikutan Tes Potensi Akademik atau lebih dikenal dengan singkatan tes TPA di Gedung Bappenas, huwaaaa.. soalnya syusyeee minta ampun, njelimet banget. Tapi, alhamdulillah badai pasti berlalu. walaupun nilainya cukup makan, 549. huhu. Alhamdulillah juga lah yaaa.. :)

orait, habis dari tes, diniya sama temen seperjuangan - winda -  menuju ke penginapan ngambil barang dan move on ke kosannya sahabatnya diniya, Sherly. Senin, diniya barengan sama winda menuju ke Bandung. Kita naik travel, namanya Xtrans. Kita naik di Xtrans daerah Pancoran. Tiket dari Jakarta ke Bandung, 100ribu rupiah aja. kalau ada kartu pelajar diskon 10%. Huwaaaa.. kartu pelajar diniya udah hilang. Alhasil, gak dapet diskon deh. huhu.. Berangkatnya pukul 09.00 wib, TENG! On time ya, no telat-telat. Jam 9 pagi dari Jakartanya dan kami nyampe di Bandung jam 12.00 wib. Syukurnya bukan weekend, kalo gak kamu bisa kena macet Bandung yang luar biasa yaaa...



like usual, si winda ini kalo dalam perjalanan maka dia pun dalam masa hibernasi. wkwkwk.

Nyampe di Bandung, kita nginep di kosannya temen winda, namanya Pipin. Kosannya di daerah Geger Kalong Girang, pas di depan SD Isola yang deket UPI. dari Xtrans ke kosannya temenku, kita naik taxi. Kalo di Bandung itu beda banget sama di Jakarta. Kalo di Bandung susah banget sama yang namanya Grab Car, atau Go Car, atau Uber. Jadi kami nyetop taxi di pinggir jalan. Nah, salah satu keuntungan kalau gak ada transportasi online adalah transportasi umum gak akan mati usahanya. Tapi tetep aja ada kekurangannya kan. Kekurangannya adalah taxi umum kayak gini gak pakai sistem google map. Jadinya mereka gak tau alamat pastinya lokasi yang dituju. Pengalaman aku kemarin, aku mau ke Geger Kalong Girang, aku juga buka map. Tapi si driver taxi tetep bersikekeuh kalo daerah ini adalah geger kalong girang padahal geger kalong hilir. Ckckckck.. Mestinya ongkosnya 25ribu eh malah jadi 40ribu. Weleh weleh ..

Akhirnya setelah muter-muter, aku sama winda nyampe juga di kosan temenku. Lelahnyaaa... Aku istirahat dan nyimpen tenaga buat tes di UPI. hehe..

Next.. Aku mau share pengalaman ikut tes magister di UPI. Tetep kepoin blog diniya yaaa.. mumumuah :*

Rabu, 22 Juni 2016

Newbie Traveller 11 - Ice Skating di Sky Rink

Alohaaa..
Long time no postingan di blog akuh. Mohon maaf ya, lagi ngurusin keberangkatan beasiswa. Makasi buat doanya. Insya Allah Agustus 2016 sudah settled down di Bandung untuk lanjut magister.

Malem ini pengen nulis apa ya? *ngecek notes duluuhhh.. okay, malem ini mau share mengenai pengalamanku main ice skating di Sky Rink, Jakarta. Aku gak ngebahas gimana perjalanan ke sana karena aku lupa naik apa, yah pokoknya naik damri 2 kali gitu. Lupa nomor berapa, yang jelas murah banget ongkosnya kisaran 20ribu deh kalo ga salah. eits, like usual, eksis dulu vroh.. sebelum berangkat. wkwkwkw





Aku sama kakak pas banget turun di depan Mall Taman Anggrek. Tapi aku bingung banget, ini dari mana masuknya. Ini mall gede banget sih. Maklum, anak kampung baru liat mall.




Setelah nanya sana sini, akhirnya tau dimana tempatnya..
Pertama, pesan dulu tiketnya. Nah, tiketnya ini berbeda-beda tarifnya. Kalau kalian udah pinter main ice skatingnya, beli tiket yang 80ribu aja. Kalau belum pinter sama sekali, beli yang 130ribu. Kalau tiket yang harganya 130ribu ini, setengah jam kalian akan dilatih sama coach yang ada di situ. yang pasti yang udah expert. wow! Sedangkan satu jam setengahnya lagi ya kalian main sendiri. Berhubung aku gak tau kalo ternyata yang 80ribu itu main sendiri tanpa coach, ya sudahlah mau dikata apa, sok-sok pinter aja. Wakakak..

Ternyata, gak Cuma beli tiket doang. Di dalem arena main ice skating itu kan dingin, jadi kalian mesti beli sarung tangan lagi deh. Kalau udah bawa dari rumah ya gak perlu lagi. Lagi-lagi karena aku gak tau, jadinya beli deh. Kalo ga salah satu sarung tangan itu harganya 20ribuan gitu. Setelah beli tiket dan sarung tangan, kami juga dapat kunci loker. Lagi-lagi, kunci loker yang kaya pernah aku ceritain sebelumnya, loker sekali kunci. Wekeke. Berhubung udah pengalaman, jadinya ga lupa lagi deh mau masukin barang apa aja. Hahaha.


Nah, ini sepatunya. Bayanginnya aja ngeri, gimana nih jalan pake rol sebiji kayak gini. Ya ampun, mesti seimbang banget deh ini. Sumpah, ini pertama kali pake yang beginian.



akhirnya, masuk ke arena niih..


aku melongo deh ngeliat dalem arena, jalannya kayak anak kecil baru belajar jalan. ini nih, pertama kali kita belajar berdiri dulu. tapi yaahh seperti biasa belajar berdiri pake sepatu ice skatingnya sambil wefie. wkwkwk


kyaaaaa.. susah banget tau gak berdiri pake sepatu ini. gimana coba berdiri dengan satu besi di bawah sepatu. ckckck. ngeliat yang lain pada expert banget di arenanya.


lah itu, aku kalah sama anak-anak yang udah bisa wuushhh wiiishhh sana sini, aku masih megangin pinggiran tempat berdiri.



baiklah, kalau begitu, kita toss dulu, lanjutttt wuushhh wiishhh pake ice skating yaa.. susah sambil megangin hape sambil meluncur entar jatoh pula di arena es.


setelah satu jam setengah, akhirnya ini perutnya udah bergemuruh kelaparan. kami mampir makan dlu. mampir di KFC yang paling terdekat karena perut nih udah ga sabar. eh, btw ada yang unik. di KFC ada latar belakang ondel-ondel gitu. khas banget betawi.



well, akhirnya jam setengah lima sore, aku sama kakak balik pulang ke bogor. 

oh iya, aku baru sadar. aku excited banget sama main ice skating ini karena biasanya aku cuma lihat di buku fisika mengenai bab momen inersia. hehe. kenapa sih pemain ice skating bisa berdiri dengan sepatunya yang cuma kayak sebatang besi gitu dan bahkan bisa muter-muter gitu kaya atlet-atlet di Sea Games. ternyata ada konsep fisika momen inersia loh. Alhamdulillah ya, bisa ngeliat langsung konsep fisikanya. selama ini cuma ngeliat di buku atau di televisi.

kamu gimana? ada yang udah mahir main ice skating? kyaaaaa,, nanti aku minta diajarin dong ya.. kalo bisa yang gaya muter-muter itu loh. hehe. Bya bye, gayes!