RSS

Kamis, 16 Maret 2017

Newbie Traveller 27 - Perjalanan Bandung ke Kuala Lumpur Dikirain TKI

Di postingan sebelumnya mengenai packing dan kali ini berlanjut perjalanan dari Bandung ke Malaysia. Udah sedikit tau kalau di bagian pengecekan bagasi agak ribet. Mungkin takut lah ya kejadian kayak Siti Aisyah. Jadi pemeriksaan bagasi di Indonesia aja udah cukup ketat. Mereka mengecek isi ransel kita loh. Hehe. Aku berangkat dari kosan jam 06.45 pagi dan tiba di Bandara Husein Sastranegara jam 07.10 wib. Agak sedikit macet, syukur deh si Aa ngebut-ngebut ala film Fast and Furious. Ahay! Setiba di bandara kami langsung menuju ke Keberangkatan Internasional.


Perhatikan teteh pakai baju dinas biru, dialah yang akan mengecek paspor dan tiket. tetehnya ramah banget dan cantiik. Setelah pengecekan sama teteh cantik mulaiah pengecekan sama Aa yang rupanya berbahasa Melayu. Aku jadi pusing dengernya karena belum terbiasa kali ya. LoL. kebetulan waktu itu mas Lukman bawa titipan rendang temannya, syukur dikardusin. Tapi tetep aja dicurigai gtu kan, sampe diulang untuk scan sampai 2 kali. Syukurnya, gak bunyi tit tut deh. Jadinya rendang titipan orang AMAN. haha

Berbeda dengan penerbangan domestik yang setelah check in langsung menuju ke ruang tunggu. Kalau kamu mau ke luar negeri ingatlah bakalan ada sesi di imigrasi. Jadi kamu seharusnya datang 2 jam lebih awal dari waktu keberangkatan. Alhamdulillah sih aman pengecekan di imigrasi Indonesia. Langsung menuju ruang tunggu dan perjalanan dari Indonesia menuju Malaysia dimulai dari jam 08.30. Kebetulan nyari tiket murah ya mana lain kalau bukan Air Asia.


Seatnya sih gede, lumayan luas untuk kaki. Tapi gak disediakan makanan dan pada saat landing, telingaku merasakan sakit yang luar biasa. Common happen sih sebenarnya. Tapi duh, sakit banget. Lah mau gimana. Namanya juga naik pesawat murah. Begitulah jadinya. Kami tiba di malaysia pukul 11.30 waktu setempat. Indonesia dan Malaysia memiliki perbedaan waktu 1 jam. Jadi di Malaysia itu lebih cepat 1 jam dari Indonesia waktu bagian barat. Kalau aku tiba pukul 11.30 waktu Malaysia berarti di Indonesia bagian barat pukul 12.30 wib. 

Setiba di sana, aku langsung sms orang tuaku. Aku lupa bakalan kena roaming. Aku sms mama 2 kali memakan pulsa 12ribu dan roaming seketika pulsaku 25 ribu ludes des des pedeeesss.. Aku baru tau kalau bandara di sana gede banget. Jalan menuju pengambilan bagasi memakan waktu hampir setengah jam. Lelah hayati,

Sembari menunggu penerbangan Kuala Lumpur ke Amsterdam di pukul 20.20 waktu malaysia maka kami jalan-jalan keliling bandara. Nah, kami landing di KLIA2 tapi untuk penerbangan ke Amsterdam kami harus menuju ke KLIA, karena penerbangan Qatar Airways dari sana. Jadi ga buru-buru banget sih sebenarnya, kami makan dulu sebelum pengambilan bagasi. Eh, aku baru tau loh, ternyata di bandara Malaysia ada keran air minum gratis.


Di beberapa negara yang sudah maju, pemerintah bukan hanya mengelola air bersih tapi mengelola air minum. Jadi air keran bisa dijadikan air minum juga. Seperti di Malaysia dan Belanda juga begitu. Nanti deh sesi di Belanda. Soalnya aku takjub banget. Air keran bisa diminum. Boro-bor di Indonesia, aku minum air keran mungkin bisa sakit perut hehe. Jadinya aku ngisi air minum deh. Lumayanlah anak kos sih. Ahaha. Berbeda dengan Indonesia, di Indonesia, Pemerintah hanya mengelola air bersih tapi belum layak minum. Makanya perlunya penyulingan air untuk dijadikan air minum. 

Sebelum mengambil bagasi ya kami muter-muter bandara. Hahaha.

Miniatur pesawat-pesawat di dunia
Sayangnya gak ada Garuda Indonesia. Hiks


Sebelum pngeambilan bagasi ya like usual pemeriksaan imigrasi baru deh bisa ngambil bagasi. Nah setelah keluar dari pintu exit. Ternyata kalau mau ke KLIA mesti naik KLIA Ekspress. Kayak kereta api sih tapi ukurannya ga gede. Jalurnya mungkin sama kalau di Soekarnoe Hatta dari gate 1B ke 2F yah lumayan jauh kan. 

Terminal KLIA Ekspress di dalam Bandara KLIA
Jadi ini transportasinya ya di dalam bandaranya loh, tapi di lantai 1
Sperti lantai bawah tanahnya lah.


Di belakangku terminal KLIA Ekspress
Bentukny kayak keranda orang mati tapi ukuran besar
Tembus pandang gitu, ya nanti KLIA Ekspressnya berhenti di situ
Aku ga sempet foto yang ada KLIA Ekspressnya takut ketinggalan, norak banget ga sih?

 Ini suasana dalam KLIA Ekspress
Menurutku hampir sama dengan KRL Jabodatabek
Ga jauh beda sih. hehe.

Setelah turun dari KLIA Ekspress kami menuju bagian imigrasi lagi untuk check in dan pengecekan bagasi lagi. Nah, ini nih bagian yang serunya. Mereka langsung tau kalau kami dari Indonesia. Langsung petugasny bilang "Indonesian? here here." Ngakak deh. Berasa wajah kayak TKI apa ya. hahaha.. Apalagi dengan bawa koper, tas ransel dan makanan. Bisa jadi TKI kayak gitu apa ya ? atau wajahku yang keliatan merana sampe dikirain aku TKI. Aiiiihhh.. Oplas aja apa ya? Hahaha.. So far, aman sih di imigrasi malaysianyanya. Cuma masih rada bingung kalau mereka ngomong. Ketika temanku ditanya, "Ape isi tasnye ni?" tapi petugas nunjuk kami berdua, jadinya temenku jawab, "Berdua", hahahahah. Ga nyambung coba. trus aku bilang, "baju dan ipad, sir". Oke baiklaaah katanya. Hahaha..

Sambil menunggu keberangkatan ke Amsterdam seperti tadi lagi, muter-muter. Eh, minum tolak angin dulu deh sebelum berangkat biar ga masuk angin. Haha. Inilah hasil jepret sana sini.



ini bocah MKKB alias Masa Kecil Kurang Bahagia apa ya?
Udah gede masih naik beginian. haha


Ngambil foto ini susah banget. 
Soalnya aku tiba-tiba ngilang. Haha. Mendadak ga suka ngalay foto-foto
*tapi udah 500 foto lebih di kamera

Selepas solat ashar, menunggu keberangkatan.
Eh ngeliat pemandangan indah.
Ada pelangi di langit Kuala Lumpur
*eeeaaaa

Pukul 20.20 waktu setempat, kami pun cus menuju Amsterdam menggunakan penerbangan Qatar Airways. Jepret dulu lah di deket pintu masuknya. LoL



Siap berangkat. Bismillah, wwuuushhhh



Kepoin postingan kehebohan di Qatar Airways. LoL

Newbie Traveller 26 - Packing Time

Hai Hai...
Seperti yang sudah dijanjikan, beberapa postingan ke depan aku mau share pengalaman perjalananku ke Amsterdam. Ini lanjutan dari kisah-kisah perjalananku selama ini, makanya dilanjut aja yaa ke topik Newbie Traveller. Hehe. Waaahh udah yang ke 26 nih.

Then, ga perlu lama-lama bermukaddimah. Untuk melanjutkan postingan mengurus visa Schengen, aku mau ngasih tau kalau visaku akhirnya keterima. Alhamdulillah seneng banget. Dalam waktu 2 minggu sudah diapprove oleh pihak Kedubes Netherlands.


Abaikan wajah yang menua sekitar 20 tahun. Udah disebut dalam postingan mengurus visa Schengen kan? Kalau yang berhijab, model hijabnya ga boleh yang macem-macem or gaul. Tapi harus keliatan hampir seluruh wajah dan ga boleh pake make up. Haha. Duh ternyata malah jadi tua begitu ya. Hahaha..

Baiklah, karena ini adalah perjalanan jauh pertamaku. Sedikit deg-degan, padahal semua trip perjalanan sudah diurus oleh "Hijra Travel". Recommended banget deh kalau pakai jasa travel tersebut. Kami yang pesertanya aja gatau bakalan pindah venue. Eits, sedikit berbagi dulu. Aku ke Amsterdam, Belanda bukan untuk jalan-jalan. Tapi untuk mengikuti Seminar Internasional. Kelebihan hari di sana ya barulah dimanfaatkan sebaik mungkin. Terutama daerah Belanda yang banyak sejarahnya. Jalan-jalan pun bisa jadi bermanfaat. Hehehe.

Perjalananku dimulai dari 7 Maret 2017, Selasa hingga Selasa ke depannya. Di perjalanan itu sekitar 3 hari dan di Amsterdamnya 4 hari. Gak lama sih. Tapi worth it banget! Aku mulai searching di internet mengenai musim apa sih sekarang di Belanda itu. ternyata musim peralihan dari winter ke spring atau dari musim dingin ke musim semi. Berharap bisa ke Keunkoef, ngeliat tulip bermekaran. Nyatanya ga bisa, tanggal 10 Maret 2017 barulah masuk hari pertama musim semi. Jadi, nuansa di sana masih dingin-dingin semriwiiing gitu deh, hehe. Otomatis aku harus mempersiapkan baju dingin ya kayak jaket or coat. aku itu orangnya ga fashionista, jadi ya jaket tebel aja minjem. Hahaha. Ga punya sih. Selain jaket, aku bawa 3 baju rajut, 4 kaos lengan pendek yang tebal, 2 tank top yang ketat, long coat coklat yang panjang, long john, sarung tangan (buat persiapan aja. Bukannya gimana gitu sih, cuma buat jaga-jaga takutnya tubuh ini belum bisa beradaptasi dengan cuaca dingin) dan kaos kaki 4 pasang. Kalau daleman mah ga perlu diceritain lah ya di sini. Hahaha. Aku rasa itu udah cukup banget kok. Itu untuk pakaian, ya kalau kamu seseorang yang fashion mungkin bisa mix and match sesuai gaya kamu lah, hehe. Aku sih biar kopernya ga masuk bagasi aja, mau dimasukin ke kabin pesawat aja, soalnya aku transitnya lama dan takut bagasinya ketuker or ada masalah lainnya. Yah, untuk jaga-jaga aja sih. Karena itulah, jadi galau mau pake koper yang mana.


Alhasil, aku memilih koper hitam yang aku pinjem dari teman kosan sebelah kamarku, Mba Fatyana. Sangat tertolong deh. Karena kayaknya semakin besar koper yag aku bawa maka akan semakin banyak muatannya. Hahaha.

Selanjutnya, karena mata uang di sana cukup mahal dan susahnya mencari makanan halal. Aku memutuskan untuk membawa makanan dari Indonesia. Pastinya makanan instan, sudah pasti pop mi kandidat teratas untuk orang Indonesia kalau mau ke luar negeri ya. LoL. Untuk seminggu, aku belanja seharga 200ribu untuk persediaan makanan. Aku bawa roti semacam sari roti 2 bungkus gede, pop mie 4, sereal yang rasa corn yang porsi gede aku bawa 1, terus aku bawa susu kental manis yang sachetan, bawa pia yang insatan ada 4 bungkus, roti gandum yang versi biskuit, bawa cemilan keripik singkong Kusuka, aku juga bawa biskuit lain-lainnya, bawa minuman sari kacang hijau juga. Untuk jaga stamina.

Nah, for you know aja nih, di bandara nanti ada pemeriksaan tas dan bagasi, kamu ga boleh bawa makanan basah, kalau makanan instan ya silahkan seperti roti, biskuit, sereal, coklat, chips, pop mie, bubur instan, dah yang semua di supermarket yang makanan kering deh. Terus kamu juga ga boleh bawa air minum, meskipun kamu pake botol minuman sendiri, bakalan di sita deh. Berdasarkan pengalamanku, kalau maskapai yang menyediakan makanan dan minuman biasanya di sita minuman botolnya. Soalnya dari Bandung ke Kuala Lumpur aku naik Air Asia tapi minumanku ga disita. Tapi di bandara KLIA, Kuala Lumpur menuju Amsterdam minuman sari kacang hijauku disita, waktu itu aku naik Qatar Airways.

For you know juga, kalau mau bawa cairan bawalah yang jumlahnya 100 ml. Misalnya aku nih, aku bawa minyak bubut kan biar ga masuk angin, nah itu boleh karena 100 ml, aku juga bawa susu kental manis yang bakalan dimakan sama sereal tapi dalam sachetan yang ga lebih dari 100ml. Kalau susunya dalam botol atau kalengan yang beratnya lebih dari 100 ml ga boleh, saos sambal ABC ku juga di sita di bandara KLIA, ga boleh bawa sambal, bubuk garam, merica, lada, pokoknya ga boleh yang serba bubuk gitu. Aku waktu packing gatau deh. huhuh.. akhirnya si sita lah, huwaa.. padahal bawa saos karena takut di sana gda sambel. ahaha. Lidah Indonesia mah emang gitu. Jadi kamu boleh membawa beberapa cairan tapi jumlah masing-masing item itu ga boleh lebih dari 100 ml. Nah, kamu juga ga boleh bawa spray. Bakalan ditahan gitu. Orang yang di belakangku ketahuan bawa spray, lama deh urusannya. 

Orait, selanjutnya, aku gatau kalau di Belanda bakalan dingin banget dan aku malah cuma bawa flat shoes! beku kakiku, mak. Mestinya aku bawa sepatu boots


Jadi kalau teman-teman pergi ke luar negeri dan lagi musim dingin menuju semi, itu masih dingin, tetep deh persiapan bawa ankle boots. Biar kaki depannya ketutup semua dan menjaga kakimu tetap hangat. Minimal kayak sepatu di atas. Bahannya kulit or sintetis juga boleh. Jangan yang bahannya kain, entar malah makin dingin. Soalnya kalau sepatu bahan kain akan meresap udara dingin.
Akhirnya, aku bawa 1 koper dan 1 tas ransel. udah cukup menurutku. Eh nambah 1 tas makanan. Hehe. Tapi lupa foto deh barang-barangnya. Hehe. 

Ohya, karena aku ikut seminar di sana jadi aku membawa berkas-berkas yang aku anggap penting. Sama seperti berkas yang aku submit saat pengajuan visa. Buat jaga-jaga di bagian imigrasi. Pasport dan tiket juga jangan sampai ketinggalan ya. Eh, sama dompet satu lagi. Siaaappp, ready to go! 





Selasa, 14 Maret 2017

Newbie Traveller 25 - My Trip To Amsterdam

Finally, ada yang bisa ditulis lagi di blog ini. Hampir setahun tapi postingannya belum begitu banyak. Well,
Postingan ke depan akan bercerita mengenai perjalananku ke Amsterdam, Netherlands. Patinya seru banget deh, mulai dari perjalanan dari Bandung hingga kembali lagi ke Bandung. Pengurusan visa Schengennya udah pernah ada di postingan sebelumnya, entar aku juga mau share mengenai gimana rempong packing baju, *ahay, biasalah cewek. Di Bandara Husein Sastranegara, hal-hal unik di kantor imigrasi Indonesia dan Malaysia, transit yang kerjaannya tidur terus, perbedaan waktu yang lumayan dengan Indonesia, pokoknyaaa.. huwaaaaa... seruu banget deh. Pengen sharing dengan semua readers, mana tau entar mau ke Amsterdam, semoga postingan aku bisa bermanfaat untuk kamu semuanyaaa.

Pengen balik lagi ke sana. I leave my heart there. Huwaaa..


Ditunggu ya postingannyaaa.. 😊

Minggu, 26 Februari 2017

Berpikir Kritis Sampai Keritings

Di sela-sela kesibukan kuliah semester kali ini hampir ga sempat nulis di blog. Beberap tulisan yang di posting merupakan hasil curi-curi waktu di sela-sela mengerjakan tugas yang seabrek. Semester ini ibarat titik kulminasi. Bagaimana perjalanan di dua semester ke depan bergantung pada takdir Allah. Hal terpenting adalah berdoa → ikhtiar → berdoa lagi. Doa di awal meminta agar diberikan keteragan hati dalam menerima segala ilmu, ikhtiar dengan sekuat mungkin (read: sampe muak ngelarin semua tugas) dan berdoa lagi untuk hasil yang terbaik.



Anyway busway,

Tulisan ini diinspirasi oleh salah seorang teman saya yang menjadi trending topic yaitu Hekal eh salah ding, Helka maksudnya (read: salah nulis bisa ditaekwondo ama si neng). Suatu malam ketika saya sedang merampungkan tugas analisis jurnal yang akan dikumpul 2 hari lagi, saya mencoba mencari angin segar. Ya, buka sosmed. Hehe. Saat itu, aku membuka facebook dan melihat adanya notifikasi pada inbox. Aku segera meng'klik', mikirnya dari si ehem. Eh rupanya dari si doi alias Helka. Terlibatlah kami dalam pembicaraan yang tidak begitu konyol. Hingga pada suatu ketika saya membalas, "Iya nih, lagi ngelarin tugas analisis jurnal. Terus si doi ngerespon, "ekekekekek,, analisis utk dini mah gampang,, soalnya dini udh terbiasa berpikir kritis,, lha saya, bisa2 kriting mbak ee"...

Bwahahha, tengah malem saat tugas lagi banyak-banyaknya, neng helka malah ngelawak. Emang iya sih ka, abis berpikir kritis, rambut langsung keritings. Otak udah mulai memanas. Haha. Bisa aja kamu ya mencairkan suasana tegang. Yaudah, ini deh dini kasi tau:
"The effect of the inquiry-based learning approach on student’s critical-thinking skills"
Author: Meltem Duran
Giresun University, TURKEY 
İlbilge Dökme  
Gazi University, TURKEY
Received 06 March 2015Revised 14 January 2016 Accepted 22 July 2016 
Eurasia Journal of Mathematics, Science & Technology Education, 2016, 12(12), 2887-2908
doi: 10.12973/eurasia.2016.02311a 
↑↑↑
Mana tau helka bisa ngebantuin. Ya, ngebantuin doa agar dini sehat selalu ya nyiapin semua tugas ini.


Well, of course this word 'critical thinking' is also known as "high order thinking skills" or "creative thinking". Did you ever hear abou that word? Did you know about critical thinking? or even to this question "Do you have a critical thinking skill?"

Alright,
DiPasquale, Mason, & Kolkhorst, 2003 stated that students need to engage not only analytical thinking but also critical thinking. Then, what is analytical thinking?
While analytic thinking enables students to define the similarities and differences in variables and 
tendencies in data. Critical thinking helps them to define the cause of a change in a variable and the effect of one variable on other variables. Those means, while analytical thinking students only need to look over the similarities and/or differences to any variables. Through critical thing, students not only define the similarities and/or differences to any variables but define the cause of a change from a phenomenon and also in order to explain it. Through critical thinking, students can draw upon many different resources in order to explain events and predict outcomes. It means, students can explore by themselves from any references such as books, journals, encyclopedia, magazine or news paper.

Minggu, 19 Februari 2017

SHUT UP Your Mouth

Tulisan kali ini pengen yang to the point aja.
Aku kesel banget deh sama orang-orang yang kerjaannya cuma mengkritik perbuatanku and even my appearance without any clearly reasons. Sebenarnya sih bagus ya, itu tandanya mereka memperhatikanku from head to toe dan bahkan embel-embel kehidupanku. Di satu sisi (read: ambil sisi positifnya) bisa menjadi bahan untuk merefleksikan diri. But, on the other sides, kadang yang ngomong itu juga ga bener kelakuannya. Simplenya gini ya, yang ngomong itu menganggap negatif ke aku sehingga mengeluarkan statement, "eh, kamu ga boleh gitu. Mestinya begini. Bla bla bla dan blaa.." Tapi herannya, yang ngomong itu kelakuannya "lebih" (dalam artian negatif) dari aku. Kok malah dia ngerasa yang paling bener aja kelakuannya.

Helloowww,, teruntuk orang-orang yang begituan.
Saran aku ya, mending itu energi disimpen aja deh. Ga usah ngurusin kehidupan aku yang notabenenya kehidupan kamu juga belum tentu beres. Beresin aja dulu noh kehidupanmu sendiri. Kalau udah beres dan ada waktu luang. Silahkan, baru ngurusin hidupnya orang lain.




Note banget buat para readers, bukan berarti kita ga boleh mendengarkan kritikan orang lain. Ya, difilter dulu deh apa aja kritikannya dan dilihat dulu, siapa yang ngasih kritikan ke kamu, dianya udah bener atau engga. Lagian hidup juga hidup kamu, kamu yang memilih. Kalau hidup ini mesti ngikutin apa maunya orang lain, ga akan ada habisnya dan gak akan ada ujungnya. So, just go on your own choices ya, guys! 


Happy MONey DAY 🐼🐼🐼

Lirik Lagu - Semester Dua

Lagu ini terinspirasi saat mengerjakan tugas kelompok matkul Kajian IPA Biologi. Setelah selesai mengerjakan tugas tersebut maka melanjutkan malam-malam indah dengan soal-soal statistik yang njelimet sedap manis. LoL

Sing this song dengan ritmenya "Naik-naik Ke Puncak Gunung"
Masuk.. masuk.. Semester dua..
Sungguh senang sekali..
Kiri kanan meja, kulihat ada..
Banyak buku berserakaaan.

(iramanya diulang terus-terusan)
Buku biologi, buku kimia,
buku statistik, buku filsafat,
inovasi pendidikan, tugas jurnal
Adek hampir teler.

Sori dori stroberi deh kalau ga nyambung. Lirik ini adalah sebuah karya. LoL
Selamat malam dan selamat berkutat dengan angka !

Rabu, 15 Februari 2017

Siapa Aja Boleh ?

Rabu, 15 Februari 2017

Aktivitas hari ini adalah menyelesaikan tugas analisis jurnal. Kebayang ga sih dari beribu-ribu jurnal harus memilih 10 jurnal saja. Tapi ga sesulit mencari jodoh sih *eh!
Tugas ini udah dari hari senin sih dikejar, *emang kucing? Tapi berhubung kondisi tubuh sedang tidak fit, ya begitulah hanya mampu menatap dan mengunduh hampir 200 journals, tanpa membaca terlebih dahulu. Yah, selain kondisi sedang tidak fit sekalian sih, mumpung gratis kan unduh jurnalnya. Hehe. *otak anak kos banget ga sih? Akhirnya hari ini rampung. Semoga besok diacc oleh bapak pengampu mata kuliah analisis hasil studi pembelajaran IPA. Kalau tidak, ya try again lagi deh.

Seperti yang udah dipost sebelumnya, bahwasanya beberapa postingan ke depan adalah tulisanku yang ada di catatan facebook yang udah jamaaaan banget. Tapi sebenarnya disesuaikan dengan kondisi sih. Kalau kira-kira topiknya hangat untuk di blow up lagi, ya aku repost di sini. Sedikit ada edit sana-sini agar layak dikonsumsi. Tulisan ini ditulis pada tanggal 26 Desember 2013. *masa-masa nulis proposal tesis eits skripsi ding maksudnya. LoL

♚♚♚

catatan ini terinspirasi waktu lagi perbaiki proposal yang mau dikasi sama bapak dosen wali tercinta :D haghag... *deg2an gtu...
jadi gini nih,, saya tiba2 terpikir, kok ada ya yang pelit ilmu? atau kadang saya terpikir, kok ada ya yang pelit informasi? Ya, alias tidak mau berbagi.
atau kadang saya terpikir, kok ada ya yang gk ngasi pinjem catatan kuliahnya? Ini orang pelit banget cenah. Emang sih ga boleh negative thinking. Yah, mungkin aja kan, itu catatan disalahgunakan seperti mengkopi dengan tulisan yang amat kecil sebagai kopekologi ketika ujian. Emang kalau ini salah. Tapi kalau si teman ga dateng kuliah karena memang ada urgensi penting sehingga dia ga masuk kuliah, gimana dong? Kan kasian juga. Tapi, yah ada juga yang memang pelit karena udah susah payah dicatet pas kuliah. Kebanyakan alasannya sih gini "mau pake, gak lengkap dan bleh bleh bleh.." *padahal tu temen cuma minjem 1 jam doang buat fotokopi.. hadeuu --',

Kasus selanjutnya yang pelit ilmu, kalau aku nanya, "Eh, ini gimana sih? kamu paham ga?" Malahan si kawan ngejawab gini, "Aku juga kurang paham". Yoweslah, mungkin memang dia ga paham. Eh, tetiba ada cowok yang nanya itu temen (note: cewek) langsung deh dia memaparkan sejelas mungkin. (Read: even now, juga pernah terjadi sama aku). Sing sabar, dini!

Terus ada kasus selanjutnya *panggil Sherlock Holmes
Yang paling mengherankan adalah ada nih ya temen yang kadang sewot kalo kita dapet nilai yang lebih tinggi. contoh kasus nih..
aku dapet 90 trus si temen dapet nilai 87,
ehh tiba-tiba dia malah bilang "kok bisa kamu dapat nilai 90?" *memang sih aku ini ga pinter-pinter amat, tapi ketimbang amat lebih pinter aku sih, LoL
jreeeeng ... -___- akunya langsung bingung, jawabannya "Emang kenapa ? Aku dapet segini ya pasti karena belajar lah.." *pake nanya lagi (dalam hati)..
trus aku mikir, toh kan sama aja mau 87 atau 90 ya tetep aja kan sama2 dapet A.

Selanjutnya nih, yang ga jauh beda ama kasus di atas.
Ada temen yg kalo ada temennya ngedapetin IPK lebih tinggi dari dia yang padahal hanya berbeda 0,03 lhoo...
misalnya nih,,aku IPK 3,87 *mimpi... haha,, trus temen sy 3,84.. dia malah sibuk selangit, Kayak besok udah  mau kiamat aja hebohnya. saya malah heran, kok gtu amat ya?? toh kan sama aja bisa lulus CUMLAUDE.. hedeeeuuu -___-

yang mau aku perjelas adalah... gini ya manteman...
kadang kita gak usah terlalu 'gmana' gtu dehh dengan nilai yang padahal gak jauh beda. yang penting kan sama2 CUMLAUDE, sama2 dapet A,,
Kuliahan itu bukan lagi jamannya kayak SMA dulu yang ranking 1 cuma bisa didapetin sama satu orang doang. Di dunia perkuliahan baik S1 atau S2 atau S3, SIAPA AJA BOLEH kok dapet nilai A mau seratus orang kek, mau 200 orang ya ga masalah. Lagian kamu juga gak perlu takut kalau IP kamu tersaingi. Apalagi kalau sampai pelit ilmu dan gak mau berbagi. Helloowww, narrow minded banget sih orang-orang yang kayak gitu. Jangan pernah takut ilmu kamu bakal habis karena berbagi ilmu dengan yang lain. Apalagi takut bagi ilmu karena takut nanti nilainya malah lebih rendah dari yang mengajari. 
Kayaknya mesti inget-inget lagi deh hadist ini,

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

Barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun.” (HR. Muslim no. 1017)
mulai sekarang, semangat aja deh kuliahnya, kuliah yang bener, belajar rajin, saling berbagi ilmu, gak perlu saling takut atau iri karena entar tersaingi. Tuh, inget, dapet pahala malahan loh.

By the way,
mau nge-share foto dua tahun yang lalu


Yudisium Sarjana, Oktober 2014
Alhamdulillah dinobatkan sebagai mahasiswi lulusan IPK tertinggi
Perwakilan lulusan FKIP menyampaikan pidato terima kasih di Yudisium Calon Sarjana

Lulus dengan predikat Cumlaude


Wisuda Sarjana, Desember 2014
Dukungan dan do'a dari keluarga adalah hal terpenting

Ini fotoku wisuda bareng teman satu genk, Desember 2014
*jadi inget dikejar sama pegawai FKIP karena telat dateng ke barisan


- Semangat 2017 -