RSS

Senin, 06 Februari 2017

Newbie Traveller 23 - Mengurus Visa Schengen (1)

Kali ini penulis ingin berbagi pengalaman bagi teman-teman yang ingin mengajukan aplikasi visa Schengen. Bulan Desember 2016, abstract yang aku submit diterima oleh pihak theiier.org. Seneng sih, sekaligus jadi bingung. Bingung karena belum pernah punya pengalaman pergi ke Luar Negeri dan mengurus berkas visa. Tapi syukurlah, ada "temen" (read: ehem) yang ikut juga. Kalau teman-teman gamau repot mengurus visa, bisa pakai jasa agen travel kok. Tapi kalau aku sih pengen ngurus sendiri biar sekalian dapet pengalamannya. *eeeaaa... Mau dari mana ya ceritanya? mulai dari perjalanan Bandung ke Jakarta, lokasi pengurusan visa.

Check this out ya!
Well, kamu bisa milih beberapa alternatif transportasi untuk bisa menuju ke lokasi. Perlu diketahui terlebih dahulu lokasinya nih, guys. Perlu dicatat bahwasanya pengurusan visa Schengen ini bukan di Kedubes Belanda ya, tapi di VFS Global yang berlokasi di Kuningan City. Ini alamat lengkapnya → Kuningan City Mall, Jl. Prof. DR. Satrio No.18, RT.14/RW.4, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940. Selain itu, sebelum melakukan pengurusan visa di Jakarta, kalian harus membuat appointment secara online terlebih dahulu dengan pihak VFS Global melalui web ini → www.vfsglobal.com/

Orait, yuuk dilanjut lagiii..
Alternatif kendaraan dari Bandung menuju lokasi yaitu:
1. Travel X-Trans
    Teman-teman yang dari Bandung bisa naik travel X-Trans di Green Batara Hotel yang di depan     Cihampelas Walk. Aku gatau sih kalau naik travel gimana perjalanan ke TKP di Jakartanya. Tapi sempat ngebuat estimasi perjalanannya. Kira-kira ya seperti ini:
Keberangkatan paling pagi jam 05.00 wib. Kalau gak macet, estimasi waktu 3 jam. Maka kira-kira teman-teman akan tiba di Jakarta pukul 08.00-08.30 wib. Setelah turun di Semanggi, maka teman-teman langsung pesan Go-Jek. Pasti di Jakarta bakalan banyak pake jasa Go-Jek or Go-Car, so saranku mendingan kalian pakai Go-Pay. Entar isi saldonya aja, banyak dapat potongan harga bisa 30-50% loh. Lumayanlah bagi anak kos. Irit, cuy! Selanjutnya, cukup memasukkan alamat tujuan ke Kuningan City. Perjalanan naik Go-Jek dengan estimasi 20 menit kalau gak macet yaa.. *Ini masih estimasi, karena aku gak naik travel dari Bandung ke Jakarta.

2. Kereta Api Indonesia
    Alternatif kedua adalah naik kereta. Kalau menurutku, lebih baik naik kereta api karena kemungkinan macet sangat minim. Kalaupun telat, hanya telat 15 menit. Jadi kalau teman-teman udah buat appointment dengan pihak VFS Global pukul 09.00 wib, Insya Allah ga bakalan telat-telat banget. Aku dan temenku naik kereta api tujuan dari Stasiun Bandung menuju Stasiun Gambir. Kereta berangkat pukul 05.00 wib, kalau aku berangkat dari kosan jam 03.45 wib naik Uber. Estimasi biaya dari kosanku, wilayah Gegerkalong Girang deket UPI, 25ribu-35ribu. Kebetulan waktu itu, aku lagi ada promo POTONGAN HARGA 25RIBU untuk 20X PERJALANAN. Lumayan banget kan? Aku sampe bingung waktu Aa Ubernya bilang, "Empat setengah, neng." Trus aku spontan, "Berapa?", "4500 rupiah, neng". Aku senyum aja sembari mengeluarkan uang 5000 dari dompet, "hatur nuhun, aa". *kegirangan! Maklum anak kos. Tiba di stasiun pukul 04.10 wib. Estimasi waktu sekitar 15-20 menit. Tergantung Aa Ubernya ngebut atau kagak sih. Hahaha. Setibanya, aku langsung sarapan. Eh, jam 04.30 mau solat, rame banget dan gak dapat tempat. Akhirnya cuma wudhu doang dan solat di kereta. Ohya, kalau temen-temen mau pesan tiket kereta, mendingan di Traveloka aja. Lebih murah. Aku pesen yang ekonomi udah dapet kursi yang nyaman. aku sama temenku, 149.444 rupiah untuk 2 kursi. Asiiikkk *kegirangan lagi! Alhamdulillah.
          Jam 08.10 wib kereta juga belum tiba di Stasiun Gambir, hati mulai gelisah! Iya, appointment di VFS jam 09.00 wib dan sekarang sudah pukul 08.10 wib tapi kereta belum nyampe. Aku ama temenku langsung udah pesen Go-Jek karena nanti pas turun langsung klik "Order" dan keluar stasiun langsung naik Go-Jek. Keluar dari pintu Utara, nanti bilang ke abang Go-Jek kalau kalian nunggu di pintu utara di depan Kementrian Perhubungan. *rada lupa, pokoknya arah museum nasional. Kalian harus inget ya, bilang ke abang Go-Jek kalau kalian turun di Kuningan City, ga perlu basa-basi bilang mau ngurus visa Schengen atau visa ke Belanda. Why? Karena mereka bakalan bilang ngurusnya di Kedubes Belanda. Padahal sama sekali BUKAN di kedubes tapi di VFS Global, Kuningan City. Berdasarkan pengalamanku, aku sama temenku kepisah. Aku diturunin di Kedubes sedangkan temanku bersikeras tetap turun di Kuningan City. Perjalanan dari stasiun ke VFS memakan waktu 20-30 menit. Aku telat? YA! aku pesen Go-Jek lagi dari Kedubes Belanda menuju Kuningan City. Temanku udah duluan tiba di lokasi tujuan. Masuk dari pintu masuk, belok kiri, ada lift, langsung pencet ke Lantai 1, keluar dari lift, sebelah kirinya langsung keliatan tulisan VFS Global. Gampang kok nyari lokasinya. Akhirnya aku tiba pukul 09.20 wib. Telat pake banget! (Nanti di bawah ada lanjutan kisahku tiba di VFS Global yaaahh.. )

3. Pesawat
    Kalau mau naik pesawat ya silahkan, tapi harus sehari sebelumnya dan pasti M.A.H.A.L ! Blacklist langsung deh naik pesawat, maklum pahit getir kehidupan anak kos. LoL *ga ada pembahasan lebih lanjut mengenai naik pesawat. Skip!

Ngelanjutin kisahku...
Ya, aku ulangi sedikit, aku telat pake banget jam 09.20 wib! Lebih apesnya lagi, aku lupa kalau berkas-berkas visaku semuanya di tas temenku. Ya Allah, cobaan apalagi? Aku telpon temenku, hapenya ga aktif. Duh, gimana dong. Pucat. Aku memutuskan untuk nekad masuk, rupanya ada pemeriksaan. Mba petugasnya nanyain, "Appointment jam berapa?", aku langsung gugup "Jam 09.00 wib". Tetap dengan wajah dingin, si Mba petugas nanya lagi, "Berkasnya mana?", aku langsung bingung, "Sama temen saya tadi, Mba. Mas yang pake jas biru", "Oh, Pak Lukman, ini Ibu Diniya ya?". Aku langsung jawab "Iya". Tiba-tiba, dia keluar seperti seorang hero. Ahhh... hampir saja, dengan cool dia bilang, "Iya, pak. Dia teman saya". Alhamdulillah.. Sekarang lanjut ke pemeriksaan tas. Ternyata, ga boleh bawa masuk laptop dan hape harus dimatikan. Aku kembali ke luar, ke loket penitipan tas. You know what? Nitip laptop dan kamera digital harus bayar Rp 22.000,- 
Kaget! Nitip barang rupanya bayar. Saranku, mendingan kalau ke sana ga usah bawa laptop deh. Kalau emang takut berkasnya ga lengkap, sebaiknya dimasukin ke flashdisk aja. 

Kemudian aku masuk lagi, scanner mulai men-scan badanku, lulus uji. Baru deh boleh masuk dan dikasi nomor antrian. yeay! aku masuk dan melongo, lumayan rame. Kalau pengurusan visa ke Netherlands, tempatnya paling ujung. Karena ada yang Spain dan Italy juga. Tapi tempat yang paling rame itu pengurusan visa Netherlands/Belanda. 

Setelah menunggu 4 orang, aku dipanggil sama mas yang di counter. Berkas-berkasku diperiksa, "Dalam rangka apa ya ke Netherlands?" aku menjawab, "Ikut international conference, mas". Dia lanjut bertanya lagi sampai akhirnya membicarakan beasiswa LPDP. LoL. Dilanjuuuut...
"Pembayaran di konter sebelah ya mbak". 
"Iya, mas. Berapa totalnya?"
"Totalnya, 850ribu tapi ditambah biaya logistik 350ribu. Maka semuanya jadi 1juta 200ribu, mbak".
"Ha?" aku kaget. uangku gak cukup! buka dompet dan cuma punya 1juta 112ribu. Mana mas lukman ya? huhu.. *mas lukman sedang buat pas foto visa. 
"Kenapa mba? Mau ditambah dengan notifikasi email dan sms jika visa telah selesai?"
aku langsung nanya lagi, "Nambah fee lagi ya?"
"Iya, mba. 20ribu." *ya ampuuun, uangku untuk membayar visa aja udah ga cukup lagi, ini malah nambah lagi. 
"Engga dulu deh mas." Duuh.. mas lukman mana ya. 5 menit kemudian, mas lukman udah balik ke konter. Setelah selesai berkasku diperiksa, aku menuju konter pembayaran sembari menghampiri mas lukman dan berbisik, "mas, ada uang lebih ga? Seratus ribu aja". Mas lukman langsung menyodorkan 200ribu rupiah. Alhamdulillah. Tapi aku tiba-tibe nyeletuk, "Mas, biaya pengurusan visanya 1juta 200ribu bukan 850ribu. Ada biaya tambahan". Mas lukman langsung nyambung, "Kalau gitu, aku ambil seratus ribunya." Hahaha, akhirnya aku minjem seratus ribu. Nomor antrianku sudah dipanggil menuju ke konter pembayaran. Alhamdulillah, selesai juga pembayarannya. Setelah melakukan pembayaran, kalian harus menunggu nama dipanggil ke ruangan Biometric untuk sidik jari. Di dalam ruangan, selain melakukan sidik jari cuma ditanya nama dan tanggal lahir. 

Aku sudah selesai. Setelah namaku dipanggil maka sekarang giliran mas lukman. Isi dompet sisa 2ribu rupiah lagi. Gimana mau ngambil laptop di tempat penitipan tas ya ? LoL
Akhirnya, kami ke ATM di lantai LG. Kemudian kembali lagi mengambil barang di tempat penitipan tas. Ahhhh.. akhirnya selesai juga.

Sekarang hanya menanti apakah visa diterima atau engga.. Doain yaaa..


Jumat, 03 Februari 2017

Newbie Traveller 22 - Trip To Bosscha

Hoaaaaeemmm..
Puk puk puk... *sapunya sedang nge-bersihin laba-laba di blog.
Ahahaha.. udah lama banget ga nulis di blog. Bulan Januari cuma satu postingan. Huhu. Sebenarnya ada beberapa hal yang pengen banget ditulis tapi entah karena males atau apa yak. ahahah

Baiklah, di bulan Januari aku dan temenku yang seangkatan dulu jaman S1 yang notabene sekarang udah ngelanjutin S2 di ITB, Winda Meutia, pergi ke Museum Bosscha. Kyaaa... pada tau pasti kan ? Tempat syutingnya film "Petualangan Sherina", film yang udah lamaaaaaa banget. Sekarang deh baru kesampean untuk datang ke sana. Gapapa lah.. yang penting udah pernah pergi. LoL
Kami pergi hari Sabtu, jam 9.30 pagi. Pagi itu Winda yang datang ke kosanku di Gegerkalong Girang. Nah, karena hari Sabtu adalah weekend, pastinya kalau naik angkot bakalan macet. Apalagi arah ke Lembang sanaaaa,,, bisa habis waktu 2 jam cuma di perjalanannya aja. Akhirnya kami memutuskan untuk naik Go-Jek alias ojek online. Harganya murah dan bisa nyalip-nyalip kalau di jalan. Hahaha.. bisa cuma 30 menit aja di jalan. Apalagi Aa Go-Jeknya kasep, ahahha.. kalau bisa di jalannya lama aja daaahhh.. *Ups! Eh!

Kami tiba pukul 10.00 wib di Gedung Museum Bosscha. Keputusan kami untuk naik Go-Jek ga salah lagi. Kenapa? Karena ternyata Bosscha itu masuuuukk ke dalam gitu, lumayan jauh kalau jalan kaki, bisa 15 menitan gitu. Tarrraaaaa... Akhirnya udah tiba di tempat yang dinantikan.


Begitu nyampe di pintu masuk, langsung keliatan yang kayak gini niii.. Nah, yang di bawah ini, foto aku bareng Winda, tarrraaaa... untuk diabadikan kalau pernah ke sini. 

Aku dan Winda Meutia

Setelah foto-foto di sini, kita lanjut ke tempat pendaftaran tour di lObservatorium Bosscha. Jadi hanya ada jam-jam tertentu saja. Ada yang jam 9.00, 10.30, dan 11.30 wib. Jam 13.00 Bosschanya udah ditutup. Jadinya aku bareng Winda ikut tour jam 10.30 wib karena itu waktu terdekat. Bagi teman-teman yang kuiah di ITB, ga perlu bayar. Asiiiknyaaa. Mereka hanya perlu nunjukin KTM aja. Sedangkan teman-teman dari luar ITB harus membayar fee sebesar 15ribu rupiah. Ga begitu mahal juga siiihhh sebenarnya. Hehe. 

Orait, yukkk.. kita menuju laboratorium Bosschaaaa.. sambil menikmati pemandangan yang adeeeem banget.




Jalan menuju Observatorium Bosscha

Eh tunggu dulu! Kita harus ke ruang multimedia sebelum masuk ke Observatorium Bosscha. Di ruang multimedia, nantinya kita akan diperkenalkan dengan bangunan-bangunan yang ada di Observatorium Bosscha beserta teleskop yang ada di setiap bangunan tersebut. Kita juga diperkenalkan dengan pendiri Observatorium Bosscha. Ternyata, aku juga baru tau loh, pendirinya itu bukanlah seorang ilmuwan, tapi seorang pengusaha kaya kebun teh di Malabar. Ini aku kutip dari salah satu artikel yaitu pada dekade 1920an Karel Albert Rudolf Bosscha adalah salah satu orang terkaya di Jawa. Ia lahir pada tahun 1865 di Den Haag, Negeri Belanda, dari pasangan fisikawan Johannes Bosscha, Jr.—kepala Jurusan Fisika Institut Teknologi Delft—dengan Paulina Emilia Kerkhoven, putri pengusaha teh di Jawa. Bosscha belajar ilmu teknik di Delft, dan menjadi anggota perkumpulan astronomi setempat. Bosscha berangkat ke Hindia Belanda pada tahun 1887 dan mulai bekerja di perkebunan teh milik keluarga Kerkhoven. Tangan dingin Bosscha dalam mengelola perusahaan membuatnya diangkat menjadi direktur perusahaan teh Malabar di Pangalengan, Bandung. Pada akhir Perang Dunia I, 1918, kepiawaian K.A.R Bosscha dalam berdagang dan menanam modal telah membuatnya menjadi salah satu orang terkaya dan berpengaruh di Jawa. Ia juga adalah salah satu penderma besar dan telah banyak menyumbangkan sejumlah besar uang kepada institut-institut ilmiah di Hindia Belanda dan terutama kepada Technische Hogeschool te Bandoeng (THB—Sekolah Tinggi Teknik Bandung, kemudian menjadi Institut Teknologi Bandung).

Aku penasaran banget! Kamu penasaran ga? Ini pertama kali ngeliatnya di "Petualangan Sherina" (Udah pada tau kan? Udah pada nonton film.nya kan?) dan cuma ngeliat via Youtube doang. Hari itu, 07 Januari 2017, dapat kesempatan datang ke sini. Dulunya pernah punya mimpi ke sini. Akhirnyaaa.. kesampean.

Observatorium Bosscha


Yang di belakang kami itu adalah main buildingnyaaa.. Observatorium Bosscha yang di dalamnya terdapat teropong yang gueeedeeeee buuuaaaangggeeettt!!!!


Teropong Ganda Zeiis

Teropong ini dapat diputar 360 derajat

Saat melakukan pengamatan, kubah diputar sedemikian rupa sehingga celah tersebut menghadap ke objek yang akan diamati. Dan teleskop diarahkan ke objek, mengamatinya lewat celah yang terbuka tersebut. Untuk kenyamanan pengamat, lantai teleskop bisa dinaik-turunkan sedemikian rupa disesuaikan dengan posisi teleskop. Lantai yang berdiameter 11,0 m ini dapat dinaikkan maksimum sampai 3,8 m dari posisi terendahnya.

Dalam penelitian astronomi, Teleskop Zeiss ini dipergunakan untuk mengamati bintang ganda visual, gerak bintang / anggota gugus, planet, komet, penentuan paralaks, mengukur fotometri gerhana bintang, mengamati citra kawah bulan, mengamati planet, mengamati oposisi planet Mars, Saturnus, Jupiter, dan untuk mengamati citra detail komet terang serta benda langit lainnya. Teleskop ini mempunyai 2 lensa objektif dengan diameter masing-masing lensa 60 cm, dengan titik api atau fokusnya adalah 10,7 meter.

Selain gedung utamanya, ada beberapa tempat lain dimana teleskop disimpan. Seperti gambar-gambar di bawah ini. Tapi semuanya lagi ditutup karena kunjungan hanya ke gedung utama saja.





Akhirnya selesai foto sana sini. Jam 12.00 kami solat zuhur di mushola setempat. Ohya, juga ada tempat beli oleh-oleh loh. Kebetulan kemarin cuma beli gantungan kunci. yeay, lanjut ke Imah No'ong yang perjalanannya bikin aku tepar!

Alhamdulillah banget bisa berkesempatan mengunjungi Observatorium Bosscha. Yuk, buat teman-teman pembaca semuaaa, jangan pernah takut untuk bermimpi dan menuliskan tempat-tempat yang  ingin kalian kunjungi yaaa. Bisa aja suatu saat nanti mimpi tersebut dapat terwujud. Who knows? Ambil notes sekarang, and write down the list of places that you want to visit yahh!






Jumat, 06 Januari 2017

JANUARI 2017

Welcome to 2017.

Postingan yang pasti sudah telat. Tapi tidak mengapa sih menurutku. Hehe.
Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat. Sama halnya seperti peribahasa Arab, waktu itu seperti pedang. Jika kita tidak memanfaatkannya dengan baik maka pedang tersebut yang akan menghunus diri kita sendiri. Tanpa terasa sudah setengah tahun aku melanjutkan studi magisterku di Bandung. Belajar mandiri, tanpa orang tua, kembali lagi hidup sebagai anak kos-kosan, dan banyak hal lainnya.
Sejujurnya, awal aku ke Bandung, aku hampir lupa dengan tujuanku ke sini. Sedikit foya-foya sebenarnya, beli ini dan itu, dan entah mengapa masih merasa belum cukup puas. Sampai akhirnya aku bertemu dengan seseorang yang kembali mengingatkanku tentang hidup sederhana. Aku ke sini bukan untuk main-main tapi studi dengan serius. Kuliah dengan uang negara dan harus mengabdi pada negara semestinya. Aku bersyukur kepada Allah yang senantiasa aku merasa bahwasanya Dia selalu menjagaku dan menegurku bila aku mulai melakukan kesalahan. Caranya mempertemukanku dengan seseorang yang mengingatkan dalam kebaikan.

Aku semakin menyadari, hidup sederhana membantu menempa diriku untuk menjadi pribadi yang lebih bersyukur. Masih banyak orang lain yang hidupnya begitu sulit. Aku semakin menyadari kebahagiaan bukan karena uang banyak, tapi karena kita bersyukur banyak. Ayuk, kita ingat lagi penjelasan surah Ibrahim ayat 7, yakni apabila kita bersyukur maka Allah akan menambah nikmat kepada hambanya tersebut. Itulah mengapa meski seseorang memiliki banyak harta namun ia masih merasa kurang hal itu dikarenakan kurangnya rasa syukur. Semoga Allah selalu menjadikan kita hamba yang bersyukur.

Tidak banyak hal yang ingin aku capai di tahun 2017 ini. Hal yang paling aku inginkan adalah Tuhan menguatkanku bagaimanapun kondisinya, Di tahun ini, aku ingin hijrah. Hijrah menjadi lebih baik lagi dan lagi. Aku juga ingin menyelesaikan studi dengan segera dan tepat selesai 2 tahun sehingga selain membuat orang tuaku bangga, aku juga ingin segera mengabdi pada negera melalui instansi pendidikan dimana pun berada. Aku juga ingin menunaikan setengah agamaku di tahun ini. Semoga harapan-harapan sederhana ini bisa aku capai di tahun ini. Semoga Allah memudahkan segala rencana dan memberikan rencana terbaikNya.

Bagaimana dengan harapan-harapanmu di tahun ini?


Selasa, 27 Desember 2016

RINDU

Hai rinduu..
Aku rindu dengan rumah.
Rindu bertemu kedua orang tuaku.
Rindu nuansa kampung halamanku.
Rindu dengan kamar kecilku.
Rindu bercengkerama dengan buku-buku kesayanganku.
Rindu tertawa bersama sepupu kecilku.
Yang paling aku rindukan adalah bertemu dengan keponaanku yang pertama,
Nurul Ayra Wardhana


Ohh.. she is too adorable and cute . Tapi sekarang dianya lagi demam. Hiks. Cepet sembuh ya sayang. Muah muah

Minggu, 18 Desember 2016

I Have No Right

Too many things that i want to write down here.
But, i can't. I need a mood booster.
I am not feeling good since last night.
Am i wrong?
Did i do something not comfortable?
I have no right.
Who am I to you ?

Kamis, 15 Desember 2016

Newbie Traveller 21 - Lembang Floating Market

Hari Senin aku sama juniorku, husnul, pergi ke Lembang Floating Market. Jaraknya itu 8,9 km kalau dari kosanku, Gegerkalong Girang. Nah, kalau dari kosanku ke Floating Market, cuma naik angkot sekali doang. Naik aja angkot yang warna putih, tulisannya "St. Hall - Lembang". Nanti bilang aja sama supirnya mau ke Floating Market. Biasanya harganya itu cuma 7000-8000 rupiah aja. Karena kemarin long weekend banget, jadinya ke Floating Market (FM) harus bayar 10.000 Rupiah per orang. Asli, macet banget loh, bayanginnya aja, dari jam 11.30 wib berangkatnya, nyampenya jam 1 siang. Baahhhhhh,, lamaaa banget di jalan, udah lepek akunyaaa. hahahah.. Tapi tenang aja, terbayarkan kok. hehheh.

Kalau dari arah UPI, nanti FM itu sebelah kanan dari jalan raya. Gampang kok kalau mau ke sana, ya cuma itu, kalau weekend bakalan macet banget. huhuhhhu. Nah, di pintu mausk FM kalian harus beli tiket masuknya sebesar 20ribu rupiah. Eits, tapi tenang aja, 20ribu itu diganti dengan minuman loh. Banyak pilihan minumnya, ada jus jeruk, choco latte, milo, terus apalagi ya.. lupa ding! Pokoknya kalian bisa tuker aja sama minuman yang bisa dingin atau panas. Taaarrrraaaa... ini dia minumannya. Kalau aku sih nuker sama choco latte hangat, karena di situ kan dingin banget.

Choco Latte FM

By the way, kalau ngeliat kotak minuman ini, jadi inget kotak minum Starbucks yang baru, Tapi tenang aja, bukan FM yang niru Starbucks, kan emang kotak minum FM yang dluan launching, sedangkan kotak minuman Sbux mah baru-baru aja. Heheheh.



Abis nuker minuman, like usual lah ya, ini cewe-cewe pada eksis. Apalagi ngebawa ibuk negara. Hahahaha..


Dek husnul berasa cute banget yaakkk. tapi kakak gak kalah ya dek.


Banyak ikaannn

Meski udah umur 24, tetep aja penampilan masih kayak gini. Buat apa coba ya ? ya biar keliatan cute. hahahahaha.. Pastinya agar tampak muda terus.

Di belakang kami ada tulisan Floating Market Lembang



Ada penyewaan kereta air, pengen naik tapi pasti dayungnya susah. Hahaha



Di dalam floating market ada banyak pemandangan indah lohh.. seneng banget deh, ngeliat yang ijo-ijo rasanya damai banget. Di tengah UAS yang melanda, boleh lah ya jalan-jalan. hehe


Ini dia ibu negara

Setelah muter-muter sejam, kitanya udah pada laper. Hahaha, makan di Mie Baso Lembang.

Harganya 29.500 rupiah,

Jam 3 sore kami balik pulang, aaaiiihhhh macetnya jangan tanyakaan, nyampe di kosan jam 5 sore. Walaahhh... Meskipun begitu, hati senang. Hehehe.. Yuukk, mari jalan-jalan ke Floating Market Lembang. *Note: siapin tenaga yang banyak.



Senin, 12 Desember 2016

Newbie Traveller 20 - Cihampelas Walk Bandung

Sekian lama udah ga update blog, ini tangan berasa gatel banget pengen nulis. Haha.
Kali ini mau nulis tentang jalan-jalan ke mall ciwalk Bandung dan entar aku juga nulis postingan jalan-jalan ke Floating Market yang ada di Lembang, Bandung. Awalnya gda rencana jalan-jalan untuk akhir desember ini. Tapi karena ada junior yang dateng ke sini, jadilah jalan-jalan di tengah UAS melanda. Wkwkwk.

Orait, juniorku namanya dedek Husnul yang sok cute, padahal umur udah 23. ahahha. Maaf ya dek :P
DIa dateng hari minggu tanggal 11 Desember 2016. Aku ngejemput dia di Bandara Hussein dengan penuh perjuangan yaitu melewati kemacetan lalu lintas Bandung di akhir pekan. -____-' iya, demi kamu dek. Bukannya aku yang nunggu dia, ini malah dia yang nunggu aku. Hahaha.. Maaf ya dek. Padahal dianya udah nyampe dari jam 11.30 wib dan aku nyampe di bandara jam 12.30 wib. Terus kami makan di Solaria seputaran bandara karena kalau makan di luar bandara pasti ga bisa berhenti, karena macet bookkkk... jam 13.30 wib, kami order GRABCAR. Bayangin aja ya, dari jam 13.30 nyampe di kosanku 15.30 wib. Yaelaaaa.. aku udah selesai ngebaca bahan UAS untuk 1 bab selama di perjalanan. wkwkwkwk..

Sorenya, aku ngebawa dia jalan-jalan muter-muter UPI. Biar dia dapet feel untuk kuliah di UPI. Selamat berjuang untuk tes masuknya ya dek!


Setelah muter-muter kampus, kami jalan ke mall Cihampelas Walk, sekalian nonton bioskop Bulan Terbelah di Langit Amerika 2. Karena husnul pengen naik angkot, akhirnya sore itu kami naik angkot. LoL . Ini dek husnul sedang berpose. Cetarr ya dek. Berasa lagi di luar negeri. wkwkw





Foto sama adek cetar

Ini anak, di setiap spot foto, sampe memori kakak penuh ya dek, dan batere hape juga habis. ahahaha..